Demokrat: Kritik SBY bukan Menjelekkan Pemerintahan Jokowi


JAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan mengatakan, tujuan Presiden Keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengkritik atau memberikan pandangan terhadap pemerintahan Presiden Joko Widodo tidak lain adalah demi kepentingan rakyat yang lebih baik. Oleh karena itu, pemerintah jangan sampai berlebihan dan tidak mau menerima kritik.

"Jadi Pak SBY itu memberikan masukan ke pemerintah dengan maksud agar yang baik dan sudah berhasil supaya dilanjutkan. Bahwa apa yang belum dapat dikerjakan Pak SBY, silakan diperbaiki. Intinya ini demi kepentingan rakyat," kata Syarief Hasan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (9/2).

Lebih lanjut, Syarif menambahkan, apa yang dilakukan SBY merupakan bentuk tanggung jawab moral agar kesejahteraan rakyat terwujud. Apalagi, kata dia, SBY menjadi presiden selama 10 tahun dan memiliki banyak pengalaman.

"Kalau memang terjadi ada kekurangan, tanpa perlu menjelekkan pemerintah. Jadi bukan maksud menjelekkan itu. Ini bentuk tanggung jawab Pak SBY," jelas Syarif.

Dia berharap pemerintahan Presiden Jokowi tidak antikritik. Sebagaimana ketika SBY menjabat presiden selama dua periode.

Menurut Syarief, justru kritikan tersebut harus dimaknai secara konstruktif atau membangun. Dengan adanya kritik, segala kekurangan dapat ditutupi dan sebagai bahan evaluasi.

"Saya pikir artinya presiden menerima masukan dari siapapun. Ini juga untuk cek and balance tujuannya baik. Karena Pak SBY sudah pernah jadi presiden selama 10 tahun. Selama 10 tahun itu, Pak SBY begitu banyak yang mengkritik, dan itu diterima oleh Pak SBY dengan lapang dada," tandasnya. [merdeka/ded]
Share on Google Plus
    Komentar Google
    Komentar Facebook