Semangat Sumpah Pemuda di Tengah Negara Darurat Narkoba, Peran dan Solusi Partai Demokrat

JAKARTA - Partai Demokrat menyatakan secara tegas bahwa Indonesia, saat ini, berada dalam kondisi darurat penyalahgunaan  narkoba. Pernyataan itu ditegaskan setelah mendengar pendapat Sekjen DPP-PD Dr Hinca IP Pandjaitan XIII, para narasumber, dan hadirin yang memenuhi  seminar bertajuk “Semangat Sumpah Pemuda di Tengah Negara Darurat Narkoba, Peran dan Solusi Partai Demokrat” di Kantor Pusat Partai Demokrat, Graha Kramat VII, Jalan Kramat Raya 146, Jakarta Pusat, Selasa (20/10).
Sebelumnya, dalam seminar yang dpandu Rocky Amu tersebut, narasumber Deputi Pencegahan BNN Dr Antar MT Sianturi  mengatakan, semangat untuk memberantas narkoba memerlukan aksi nyata. Saat ini 4,5 juta rakyat menjadi korban penyalahgunaan narkoba dan menghanguskan dana Rp63 triliun untuk pembelanjaannya.
Jumlah penderita sebanyak itu luar biasa karena hampir setara dengan penduduk Singapura. Lebih tragis lagi, jumlah sesungguhnya jauh lebih besar dari data yang ada karena banyak masyarakat Indonesia yang malu jika anaknya menjadi korban narkoba. Ironisnya, jumlah pengguna terus bertambah tiap tahun. Jika berkaca hanya pada statistik, maka lambat laun, seluruh warga negara bisa menjadi pecandu narkoba.
Karenanya, selain meningkatkan anggaran untuk pemberantasan penyalahgunaan narkoba, hukum di RI juga harus keras dan tegas. Hukuman mati yang ada saat ini lambat dijalankan karena banyaknya proses hukum.  Bahkan setelah melalui banding, kasasi, grasi, masih ada peninjauan kembali  yang bisa berkali-kali. Tidak heran ada terpidana mati yang belum dieksekusi setelah 10 tahun vonis pertama.
Bendahara Umum Karang Taruna yang juga Anggota FPD DPR-RI Wahyu Sanjaya menyatakan Karang Taruna  saat ini menguatkan lembaganya dan melakukan berbagai kegiatan kepemudaan agar tidak ada kader yang terkena penyalahgunaan narkoba. Karang Taruna juga mencanangkan perang total terhadap penyalahgunaan narkoba.
“Kami juga terkejut karena korbannya sangat besar. Penyalahgunaan narkoba memang menyentuh semua lapisan. Di desa saya,  pengguna narkoba juga sangat aktif. Narkoba bahkan bisa diperoleh dengan mudah dan murah,” ujar Wahyu saat menjadi narasumber.
Narasumber lainnya, Roy Marten, mengisahkan saat ia terjebak narkoba dan akhirnya bebas.
Anggota DPR-RI di  Komisi X Dr Jefri Riwu Kore dalam paparannya mengatakan, ia melihat indikasi kuatnya pengaruh buruk penyalahgunaan narkoba terhadap pembangungan. Narkoba menghabisi generasi yang siap membangun negeri ini. Ironis juga karena hukum yang ada masih tebang pilih dan anggaran pemberantasan dan pencegahannya sangat minim. Pemerintahan Jokowi-JK harus menegakkan supremasi hukum dan menyediakan anggaran pantas untuk itu karena Indonesia benar-benar darurat narkoba.
Narasumber terakhir Wasekjen DPP-PD Didi Irawadi Syamsudin menyampaikan anggaran saat ini harus ditingkatkan karena RI benar-benar darurat narkoba. Harus ada dana yang pasti dan besar untuk memerangi penyalahgunaan narkoba. Pemerintahan Jokowi-JK harus punya niat sungguh-sungguh memerangi narkoba. Partai Demokrat juga akan berjuang agar anggaran penyelamatan anak muda dari bahaya narkoba bisa dipenuhi.
Ia menyampaikan, sebagai negara kepulauan, banyak titik masuk peredaran narkoba internasional ke RI. Panjang bentangan pantai RI mencapai 9 juta km. Sekeras apa pun BNN dibantu TNI dan Polri bejerja, bukan  hal mudah memberantas jaringan internasional kejahatan narkoba.  Apalagi para bandar atau mafia narkoba internasional memiliki kekayaan dan kekuatan luar biasa. Bahkan mereka tak segan memburu dan menghabisi  pihak yang menentang mereka.
Hadir dalam seminar tersebut, antara lain, Sekretaris Jenderal DPP-PD Dr Hinca IP Pandjaitan XIII, Bendahara Umum DPP-PD Indrawati Sukadis, Direktur Eksekutif DPP-PD Fadjar Sampurno, Wasekjen DPP-PD  Rifai Darus dan Vera Febhiyanti, Ketua dan Sekretaris Divisi Komunikasi Publik DPP-PD Imelda Sari dan Hilda Thawila, Ketua Departemen Ormas dan LSM Dedy Afriadi, Ketua DPD-PD DKI Jakarta Nachrowi Ramli, para Pejabat Utama, Pimpinan Divisi dan Departemen DPP-PD, serta para kader Demokrat. [dpp/rhm]
Share on Google Plus
    Komentar Google
    Komentar Facebook