Dalam Waktu Dekat Demokrat Kota Cirebon Bakal Gelar Musancab


CIREBON - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kota Cirebon dalam waktu dekat akan menggelar Musyawarah tingkat Kecamatan. Musyawarah tingkat Kecamatan disebut dengan Musyawarah Anak Cabang (Musancab).

Ketua DPC Partai Demokrat Kota Cirebon, M. Handarujati Kalamullah menjelaskan, pasca Pemilu 2019, hampir di seluruh DPC se-Jawa Barat, termasuk di Kota Cirebon masih menanti arahan dari pimpinan di atas, baik DPD (Provinsi) maupun DPP (Pusat).

Terkecuali, kata Andru sapaannya, dalam waktu dekat mengenai Musancab. Sebab, Musancab ini berdasarkan instruksi teranyar dari DPP Partai.

"Arahan dari DPP Partai Demokrat adalah setelah Pileg semua pimpinan anak cabang di DPC-DPC yang belum menyelenggarakan Musancab, itu diminta untuk segera melakukan kegiatan Musyawarah Anak Cabang," kata Andru saat di gedung DPRD Kota Cirebon, Kamis (11/7).

"Dan Partai Demokrat termasuk di Kota Cirebon yang akan menyelenggarakan musyawarah anak cabang," tambahnya.

Untuk tingkatan Kecamatan, Partai Demokrat di seluruh Pimpinan Cabang diberi schedule untuk penyelenggaraan Musancab oleh DPP di tanggal 17 September 2019 ini.

Sementara itu, bicara evaluasi kerja politik DPC Partai Demokrat di Kota Cirebon, menurut Andru, masih dalam posisi aman lantaran hasil eskalasi politik di Pemilu 2019. Perolehan suara Partai Demokrat di Kota Cirebon mengalami peningkatan, baik suara maupun jatah kursi legislatif.

"Karena dari 27 Kota/Kabupaten, ada 4 daerah yang memang mendapati kursi pimpinan DPRD. Kabupaten Karawang, Kota Cirebon, kemudian Cimahi dan juga Ciamis," sebutnya.

"Kalau kita melihat komposisi di Kota Cirebon sekarang, Alhamdulillah, 2014 kita 13.339 suara, 3 kursi. Sekarang kita 22.297 suara, 4 kursi," jelas Andru.

Andru melanjutkan, setelah Musancab, DPC Partai Demokrat Kota Cirebon akan melakukan reposisi dan restrukturisasi internal Cabang. Hal ini dilakukan untuk memformulasikan langkah politik partai ke depan setelah dibentuk pengurus DPC hasil Muscab pada Februari 2018 lalu.

Andru mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima olehnya, DPD dan DPP tetap akan berpegang pada periodisasi kepengurusan masa bakti 2018-2023. Terkecuali ada 2 DPC di Jawa Barat yang akan restrukturisasi. Kedua Jabatan Ketua DPC itu karena mengundurkan diri dan meninggal dunia.
"Yang pertama mengundurkan diri. Yang kedua meninggal dunia. Yaitu Kabupaten Tasik dan Kabupaten Pangandaran," pungkasnya. [rmol/ded]

Share on Google Plus
    Komentar Google
    Komentar Facebook