Akhirnya, Yayat Sudayat Jeung Hatena Nyaleg dari Demokrat


BANDUNG
- Setelah sempat ditawari beberapa partai politik untuk mencalonkan diri sebagai anggota dewan, akhirnya Yayat Sudayat berlabuh di Partai Demokrat. Abah Yayat Cobe, sapaannya, menjadi calon anggota DPRD Kabupaten Bandung Daerah Pemilihan 4 meliputi Rancaekek, Cicalengka, Cikancung dan Nagreg dari Demokrat bernomor urut 6, dengan tagline-nya Abah Yayat Jeung Hatena.
Ditemui Balebandung.com usai acara Ngaliwet Bareng Warga di Kampung Bojong Peundeuy, Desa Cangkuang, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Sabtu (26/1/19), Abah Yayat sebenarnya mengaku tidak pernah tertarik dengan dunia politik. Ia pun tidak menyangka sebelumnya bisa terjun ke politik praktis sebagai kader Demokrat sekaligus caleg.
Sejauh ini orang lebih mengenal Bah Yayat sebagai seorang pembalap, aktif di berbagai komunitas, aktivis LSM, dan banyak aktif di kegiatan sosial.
“Dulu sama sekali saya tidak tertarik berpolitik, meskipun memang saya juga banyak bergaul dengan orang-orang lintas partai. Karena pergaulan saya juga, sempat saya ditawari beberapa parpol untuk gabung menjadi caleg. Tapi waktu itu saya masih berpikiran, ngapain saya nyaleg?” ungkap Bah Yayat.
Ceritanya, setelah sempat menjadi karyawan di salah satu perusahaan Jepang selama 15 tahun, pria kelahiran Rancaekek 24 Juli 1964 ini mengaku ingin beristirahat dari pekerjaannya, sambil tetap berbisnis jual beli mobil ia jalani.
Yayat pun lebih banyak melakukan hobinya bermotor trail, sampai akhirnya bergabung di komunitas motor trail Pajajaran Adventure dan jadi seorang pembalap motor. Dunia baru ia lakoni sebagai “bapak jalanan”.
“Dari situ pergaulan saya makin bertambah. Saya memegang anak-anak Bandung Timur, berbagai komunitas motor, saya juga ikut-ikutan dalam kegiatan LSM, di organisasi kepemudaan. Otomatis saya pun lebih banyak aktif di kegiatan sosial sebenarnya, jauh dari politik,” tutur Yayat.
Hingga akhirnya nama Abah Yayat Cobe pun makin dikenal, khususnya di Rancaekek dan seputar wilayah timur Kabupaten Bandung. Sampai banyak orang menyebut Bah Yayat seorang tokoh masyarakat. Dari situlah, banyak masyarakat, teman-temannya, hingga pengurus parpol yang mendorongnya untuk mencalonkan diri sebagai anggota dewan.
“Lalu saya pikir-pikir lagi, sebagai putra daerah kita jangan hanya bisa menonton. Jangan sampai yang jadi anggota DPRD Kabupaten Bandung itu malah didominasi orang-orang dari luar Kabupaten Bandung misalnya,” kata suami dari Eti Setiawati ini.
Sebagai putra daerah, Yayat juga merasa punya tanggungjawab moral untuk bisa menampung aspirasi sekaligus mengemban amanah masyarakat di sekitarnya.
“Saya juga merasa, masyarakat di sekitar saya ini perlu figur tauladan, perlu sosok seorang tokoh masyarakat, agar hidup mereka lebih baik dari kemarin. Bisa jadi, ini juga salah satu tujuan saya mencalonkan diri sebagai anggota dewan,” imbuh ayah dari 5 anak ini.
Termasuk sosok figur yang bisa merangkul anak-anak jalanan dan preman. Figur ini pun harus bisa mengantarkan orang-orang yang tadinya “liar”, untuk bisa hidup lebih baik. Bersama anaknya Bah Yayat pun kerap memberikan pendampingan hukum terhadap anak jalanan dan para preman yang terjerat kasus sampai masuk bui.
“Ibu saya dulu seorang kepala sekolah. Mungkin bakat dari ibu juga turun ke saya. Sekarang saya lebih banyak membina anak jalanan dan para preman. Saya berupaya meredam masalah di tengah-tengah mereka. Saya juga membantu mereka yang sedang terjerat kasus. Karena saya ingin merubah hidup mereka, dari yang tadinya tidak baik menjadi baik. Saya ajarkan kepada mereka dengan lebih menanamkan rasa malu, bukan takut,” kata Yayat mengakhiri cerita.
Dengan mencalonkan diri sebagai anggota dewan, tentunya Yayat akan lebih punya kesempatan untuk mengoptimalkan dan memassifkan lagi pengabdiannya ke masyarakat, jika ia terpilih menduduki salah satu kursi di DPRD Kab Bandung. [balebandung/ded]
Share on Google Plus
    Komentar Google
    Komentar Facebook