Pither Tjuandys Akan Bantu Perijinan Jembatan Apung Giri Mukti KBB


KBB
– Jembatan merupakan alat penghubung antara suatu daerah bahkan jembatan kini bisa menghubungkan suatu pulau ke pulau yang lain. seperti halnya di Desa Giri Mukti Kecamatan Saguling dan Desa Pangauban Kabupaten Bandung Barat (KBB).

keinginan masyarakat baru baru ini membuahkan hasil, setelah beberapa tahun menunggu hadirnya jembatan penghubung kedua Kecamatan yang di pisahkan oleh waduk Saguling kian terlihat setelah terlihat jejeran kayu sebagai jembatan apung yang baru berjalan sekitar 250 meter dengan total panjang mencapai 400 meter.
sebelumnya Masyarakat yang pergi ke Kecamatan Batujajar harus menggunakan perahu tongkang milik nelayan yang berada di sekitaran waduk saguling dengan menyewa untuk satu kali penyebrangan kendaraan roda dua dengan harga 25 ribu hingga 30 ribu rupiah.
Pembangunan jembatan apung yang itu di prakarsai oleh desa Giri Mukti yang sebelumnya sudah mengajukan kepada pemerintah daerah namun tidak ada respon sama sekali. Melihat kondisi dan keinginan masyarakat yang berharap adanya jembatan apung, Anggota Dewan dari praksi Demokrat  Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) KBB Pither Tjuandys bersama Komisi I, beserta dinas LH, Dishub, dan Binamarga mengunjugi jembatan Apung di daerah Girimukti. Senin (28/5/2019)
tidak hanya mengunjungi semata, Pither mengumpulkan para tokoh Masyarakat BPD, dari kedua Desa beserta Camat,  Kapolsek dan Dinas terkait untuk membahas proses pembangunan jembatan yang sampai saat ini belum mengantongi ijin dari Kecamatan.
Dikatakan Pither, melalui saluran telpon mengatakan, dirinya sangat mendukung pembangunan jembatan tersebut dan akan membantu untuk menempuh dalam masalah perijinan yang dalam hal itu terkait kepada Dinas Lingkungan Hidup, Bina marga dan Bappeda.
“Tentunya pembangunan jembatan apung ini harus kita dukung karena menjadi kebutuhan masyarakat, makanya saya mendukung tentunya untuk mendukung dan menunjang perekonomian pariwisata dan bisa menjadi mini Icon di daerah tersebut,” terang Pither
Lanjut Pither menegaskan, kepada yang mengerjakan proyek jembatan apung agar mematuhi aturan agar bisa digunakan dengan baik demi kepentingan masyarakat. Karena kontruksi pembangunan yang tidak bisa dibangun asal-asalan tanpa perhitungan dan perkiraan yang detail
“Dengan hadirnya jembatan ini bisa mengangkat perekonomian, lapangan pekerjaan dan membuka obyek wisata Baru dengan memperlihatkan kearifan lokal,” harap Pither
lebih lanjut di katakan Pither sampai, saat ini pembangunan jembatan apung itu di biayai oleh pihak ke 3 atau pengusaha yang bersedia memberikan dan demi terpenuhinya keinginan masyarakat umum.
“Pengusaha yang memberikan anggaran yang dikelola oleh Desa dapat di dukung oleh pemerintah, BPD, Camat beserta pihak terkait yang ikut membantu terwujudnya pembangunan jembatan apung itu”, pungkas Pither. [bbpos/ded]
Share on Google Plus
    Komentar Google
    Komentar Facebook