Ide Cerdik Deddy-Dedi Mencairkan Suasana Ricuh di Debat Cagub-Cawagub Jabar 2018

DEPOK - Di sesi penutupan Debat Publik pasangan Calon Gubernur -  Wakil Gubernur Jawa Barat 2018 diwarnai protes keras dari pendukung pasangan 'Hasanah', setelah Paslon nomor urut 3, Sudrajat - Syaikhu (Asyik) menyinggung isu 2019 Ganti Presiden.

Namun pasangan Cagub - Cawagub nomor urut 4, Deddy Mizwar - Dedi Mulyadi tampak berusaha tidak terpengaruh oleh kondisi ricuh, yang ditayangkan secara langsung oleh beberapa stasiun tv nasional tersebut. Padahal keduanya sempat kesulitan menyampaikan pernyataan terakhirnya sebagai calon pemimpin Jawa Barat.

Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi tampak bertindak dengan mengeluarkan jurus nyelenehnya, berbalas pantun yang "tidak nyambung" satu sama lain. Lontaran pantun itupun sempat disambut tawa dan tepuk tangan para hadirin.

"Saya serahkan ke Pak Dedi, tapi saya hanya pembuka saja.... 'Ikan tongkol...," ucap Demiz, seraya mempersilahkan Dedi Mulyadi untuk melanjutkan pantunnya.

Namun, Dedi menyambut pantun itu dengan ungkapan yang bercampur dengan bahasa sunda, serta irama pantun yang berbeda pula.

"... Gunung kudu awian, lengkob kudu balongan, lebak kudu sawahan, kami menyelesaikan problem para petani dan buruh tani. Kami menyelesaikan problem lingkungan dab kami menyelesaikan seluruh oenebangan liar," lanjut Demiz, ditimpali Dedi Mulyadi diwarnai kiasan bahasa sunda.

Saat suasana masih ricuh, Demiz sempat menolak menyampaikan pernyataan penutupnya. "Tidak perlu, saya kira tidak perlu kalau situasinya seperti ini," kata Demiz kepada MC, Alfito Dinova Ginting dan Anisa Dasuki.

Ketua KPU Jabar Yayat Hidayat pun naik panggung untuk menenangkan massa. Ia menegaskan bahwa pernyataan dan sikap pasangan 'Asyik' akan diselesaikan oleh KPU dan Bawaslu di luar forum debat.

"Bapak ibu kita selesaikan nanti di luar forum ini, kita ada Bawaslu, tolong kepada masing-masing tim sukses untuk bisa menahan diri, nanti kita selesaikan melalui jalur yang benar, " tegas Yayat.

Namun massa tetap ricuh, diwarnai sikap protes terkait pernyataan dan sikap calon yang menjanjikan siap mengganti Presiden RI di 2019 nanti, jika mereka terpilih jadi gubernur-wakil gubernur Jawa Barat.

Meski pembawa acara tak henti mengingatkan agar tertib, tetapi massa tetap melontarkan teriakan-teriakan kekecewaan. Menghadapi situasi itu, pasangan calon nomor 2 TB Hasanuddin - Anton Charliyan juga turut menenangkan massa pendukungnya.

"Walaupun ini bukan suasana pilpres, tapi semua harap tenang. Biarkan Ketua KPU menyelesaikan ini," tegas TB, yang kemudian disusul oleh Anton Charliyan untuk menenangkan massa. (*/Tim Media)
Share on Google Plus
    Komentar Google
    Komentar Facebook