Deddy Mizwar: Paham Radikal Masuk ke Lingkungan Masyarakat


BOGOR
- Calon Gubernur Jawa Barat nomor urut 4 Deddy Mizwar (Demiz) mengatakan, munculnya teroris karena adanya paham-paham radikal yang masuk ke dalam lingkungan masyarakat.

"Teroris muncul Karana ada paham radikal," kata Demiz kepada wartawan di Kab. Bogor, Minggu (13/5/2018).

Karena itu, kata Demiz, masyarakat diminta untuk terus meningkatkan pendidikan keagamaan, supaya terhindar dari masuknya paham-paham radikal tersebut. "Perluasan adanya penguatan pendidikan agama Islam harus kuat, jangan sampai orang yang pemahaman Islamnya kurang terkena  paham-paham radikal," ucapnya.

Lanjut Demiz, lembaga pendidikan agama, terutama agama Islam memiliki masjid yang fungsinya sangat strategis sebagai wadah untuk menutut ilmu dan perkuatan karakter bagi anak kecil.

Hal itu, lanjut Demiz, karena saat ini pembelajaran tentang keagamaan di sekolah sedikit, berbeda dengan pendidikan di madrasah atau masjid yang banyak mengajarakan tentang keagamaan. "Orang tua harus mengajak anak kecilnya mainlah ke masjid mengikuti kegiatan di dalamnya sambil memperkenalkan agama yang baik, Sehingga dalam jangka panjang  tidak terpengaruh dengan paham-paham seperti itu," ucapnya

Sebelumnya, Detasemen Khusus (Densus) 88 Mabes Polri pada Minggu dini hari menembak mati empat  terduga teroris di terminal pasir hayam/ jebrod Jl. Perintis kemerdekaan Kecamatan Cilaku Kabupaten Cianjur Jawa Barat.

Adapun Identitas ke empat pelaku teroris yang di tembak mati tersebut yakni:
 1. Batti bagus Nugraha, kuningan 1agustus 1997, pelajar/mahasiswa, alamat Jl. Utan Panjang III Rt 009/005 Ds. Utan Panjang Kemayoran Jakarta pusat.
2. Dwi Cahyo Nugroho, jakarta 13 januari 1995, swasta, alamat Ds. Klagenwonosari, Rt 02/04 Kec. Klirong Kab. Kebumen Jateng
3. Agus Riyadi, Pekalongan 18 agustus 1985, alamat dusun kesasi kota, rt 006/009 Ds. Kesasi Kec. Kesasi Kab. Pekalongan Jateng
4. Haji Saputra, Kalicinta 10 Juli 1994, alamat Cinta dari Rt 001/001 Ds. Kalicinta Kec. Kotabumi utara Lampung utara. (*/Tim Media)
Share on Google Plus
    Komentar Google
    Komentar Facebook