Survei Terbaru LSI, Deddy-Dedi Ungguli Emil-Uu, Dedi Mulyadi Dongkrak Suara, Uu Tenggelamkan Suara


BANDUNG
 - Elektabilitas pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jabar nomor urut 4, Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi (DM 4 Jabar) menggungguli pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Rindu), dari hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI). Kondisi ini tak lepas dari peran Dedi Mulyadi yang mendongkrak elektabilitas Deddy Mizwar, sedangkan Uu Ruzhanul Ulum justru menurunkan elektabilitas Ridwan Kamil di Pilgub Jabar 2018.

Direktur Eksekutif Citra Komunikasi LSI/Denny JA, Toto Izul Fatah, mengatakan survei ini diambil melalui tatap muka kepada 440 responden pada 21-29 Maret 2018. Metode yang digunakan adalah multistage random sampling dengan margin of error sebesar 4,8 persen.

Hasil dari survei tersebut, elektabilitas pasangan DM 4 Jabar mencapai 43,2 persen, sedangkan Rindu meraih 39,27 persen. Berikutnya pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) meraih 8,2 persen dan Hasanuddin-Anton Charliyan (Hasanah) sebesar 4,1 persen.

Dengan merujuk pada data survei sebelumnya, perubahan peta kekuatan pasangan para kandidat tersebut disebabkan faktor peranan calon wakil gubernur yang bisa menyumbang pada kenaikan atau penurunan elektabilitas pasangan.

"Dedi Mulyadi menyimpan tabungan elektabilitas saat dirinya menjadi calon gubernur. Hal ini meningkatkan elektabilitas setelah dipasangkan dengan Deddy Mizwar. Tapi hal ini tidak terjadi pada pasangan Rindu, Uu justru menurunkan elektabilitas Ridwan Kamil," kata Toto dalam konferensi pers di Kota Bandung, Minggu (15/4/2018).

Menurut Toto, awalnya secara personal Deddy Mizwar memiliki elektabilitas 38,9 persen, kalah dari Ridwan Kamil yang elektabilitasnya 40,8 persen. Namun, Dedi Mulyadi memiliki elektabilitas tertinggi di antara cawagub lain, dengan raihan 38,0 persen dan Uu Ruzhanul Ulum memperoleh 16,8 persen.

Kenaikan elektabilitas setelah dipasangkan, katanya, terjadi juga pada pasangan Asyik yang memperoleh 8,2 persen. Sudrajat sendiri memiliki elektabilitas 4,2 persen dan Ahmad Syaikhu sebesar 8,9 persen. Berdasarkan survei LSI, pasangan Hasanah memiliki elektabilitas 4,1 persen, dengan raihan elektabilitas secara pribadi Tb Hasanuddin sebesar 2,7 persen dan Anton Charliyan 3,6 persen.

Toto mengatakan masih ada beberapa pekan lagi bagi keempat pasangan calon untuk meraih dukungan calon pemilih di Pilgub Jabar 2018. Selama ini sejak ditetapkan oleh KPU, katanya, tren pasangan DM 4 Jabar cenderung paling kuat dan terus meningkat.

Dedi Mulyadi, kata Toto, memiliki peran dalam peningkatan elektabilitas pasangan DM 4 Jabar karena walau tingkat pengenalannya masih 55 persen, tingkat kesukaannya sudah 73 persen dan masih dapat terus dinaikkan. Berbeda dengan Deddy Mizwar yang tingkat pengenalannya sudah 94,8 persen walaupun tingkat kesukaannya sudah 81,8 persen.

"Perubahan peta kekuatan para calon akhirnya dinamis, karena sebelumnya stagnan. Ridwan Kamil berpotensi menyalip kembali dengan cara meningkatkan pengenalan," katanya.

Jika tidak ada pergerakan yang luar biasa dari pasangan Rindu, katanya, bukan mustahil ini akan menjadi sinyal lampu kuning yang bisa menyeretnya pelan-pelan kalah dalam pertarungan Pilgub Jabar 2018. Apalagi jika merujuk pada trend yang terus menurun karena tidak mudah bagi kandidat yang punya trend menurun untuk bangkit.

Sebaliknya, katanya, jika pasangan DM 4 Jabar ini berhasil meningkatkan pengenalan dan kesukaannya melalui aneka program yang masif dan menyentuh aspirasi warga Jabar, bukan mustahil bisa lolos sebagai pemenang.

Keunggulan Dedi Mulyadi, kata Toto, juga karena dia memiliki pemilih militan (strong supporter) yang cukup tinggi dengan angka 26,6 persen, dibandingkan dengan Uu (12,5 persen), Syaikhu (4,3 persen) dan Anton (1,8 persen). [tribun/ded]
Share on Google Plus
    Komentar Google
    Komentar Facebook