Setelah Tabayun dan Ijtihad, Kiai dan Ulama Priangan Timur Bulat Dukung Deddy-Dedi di Pilgub Jabar


PURWAKARTA
 - Usai melakukan Tabayun untuk menentukan pilihan cagub dan cawagub yang pantas memimpin Jawa Barat, sejumlah ulama, kiai dan guru ngaji dari Tasikmalaya menyatakan dukungannya bagi pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jabar nomor urut 4 pada Pilgub Jabar 2018.

Dukungan itu berupa komitmen untuk memenangkan pasangan nomor urut 4, Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi (DM 4 Jabar).

Sebagai bentuk nyata dukungannya, rombongan yang dipimpin oleh KH Abdul Aziz dari Kabupaten Tasikmalaya itu, menyambangi kediaman Dedi Mulyadi di Desa Sawah Kulon, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Purwakarta, Jumat (27/4/2018) malam.

Selain bersilaturahmi, rombongan yang datang menggunakan bus pariwisata serta beberapa mobil pribadi ini melakukan diskusi dengan Dedi.

“Kami niatkan bersilaturahmi dan menyatakan dukungan kepada pasangan nomor 4 di Pilgub Jabar. Semoga penerapan program keagamaan dari Kang Dedi bisa dirasakan juga di Tasikmalaya," katanya usai melakukan diskusi.

Dia melanjutkan, pihaknya bersama para ulama se-Priangan Timur telah melakukan ijtihad.

Hasilnya, meski seluruh pasangan calon yang maju di Pilgub Jabar dinilai baik, pasangan calon nomor 4 memiliki lebih banyak keunggulan.

Sehingga, proses ijtihad itu melahirkan natijah (kesimpulan) bahwa pasangan DM4Jabar akan mampu melahirkan kemaslahatan bagi warga Jawa Barat.

"Menurut ijtihad yang kami lakukan, ini yang paling rasional dan layak memimpin Jabar, pasangan nomor empat," ucap Aziz.

Menurut Aziz, beberapa waktu lalu ia sempat menentang program yang digulirkan mantan Bupati Purwakarta itu.

Namun, saat mengkonfirmasi langsung dan juga melakukan proses tabayun, menurut Aziz, program Dedi Mulyadi telah sesuai dengan syariat Islam.

Apalagi Dedi Mulyadi yang juga Ketua Presidium KAHMI Jawa Barat itu dikenal sebagai santri KH Maruf Amin, Rais Am PBNU.

Hasil tabayun itu, kata Aziz, semakin menguatkan hasil ijtihad sebelumnya.

"Selama ini ada informasi yang tidak lengkap tentang beliau, terutama tentang pembangunan di Purwakarta. Saat kami tanyakan secara langsung, justru ternyata nilai Islami yang telah beliau perjuangkan selama ini,” ujar Aziz.

Berdasarkan informasi dari KH Aziz, para ulama tersebut berasal dari Kota dan Kabupaten Tasikmalaya, Garut dan sebagian wilayah Ciamis, atau dari Priangan Timur. Dalam beberapa hari ke depan, akan disusun jadwal pertemuan khusus di masing-masing pesantren yang mereka asuh.

“Ini silaturahmi pertama. Insya Allah di masing-masing pesantren nanti ada pertemuan khusus. Nanti bisa saling sharing hasil konsolidasi dengan umat seperti apa,” kata Aziz. [tribun/ded]
Share on Google Plus
    Komentar Google
    Komentar Facebook