Jurus Jitu Dedi Mulyadi Selesaikan Kompleksitas Persoalan Jawa Barat

Foto: merdeka.com
BANDUNG - Calon wakil gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memiliki jurus jitu dalam menyelesaikan kompleksitas masalah yang berkembang di Jawa Barat. Kang Dedi, sapaan Dedi Mulyadi menegaskan persoalan yang kompleks tidak akan pernah dapat diselesaikan oleh sosok pemimpin yang hanya berdiam di belakang meja.
Hal itu disampaikan Dedi dalam acara Mudzakarah Politik di Bandung, Selasa (10/2). Kegiatan yang digelar oleh ICMI Jawa Barat itu menghadirkan seluruh pasangan calon pada Pilgub Jabar. “Kita ini sering bicara tentang spirit perubahan, ide dan gagasan semua kita sampaikan, tapi di dalam hotel dan gedung pertemuan. Forum diskusinya dibuat banyak sekali, kapan mau selesainya?,” kata Dedi dalam siaran pers yang diterima SP di Jakarta, Selasa (10/2).
Dedi yang pernah menjabat sebagai Bupati Purwakarta dua periode ini menyatakan, untuk menyelesaikan persoalan di Jawa Barat yang kompleks dibutuhkan distribusi kewenangan. Dengan demikian berbagai persoalan di masyarakat dapat diselesaikan secara cepat karena setiap strata pemerintahan tidak saling menunggu untuk melakukan tindak lanjut atas masalah yang muncul.
Untuk melaksanakan orientasi ini, pasangan Deddy Mizwar ini menekankan sinergitas wilayah dalam lingkup terkecil. “Ada 5.962 desa di Jawa Barat. Waktu para pemangku kebijakan di tingkat provinsi tidak akan cukup. Maka, caranya harus ada distribusi otonomi keuangan sampai tingkat terendah, tidak boleh tersentral,” tegasnya.
Dedi melanjutkan, jika pemimpin di daerah lebih menitikberatkan pada sentralisasi kekuasaan maka efektivitas pembangunan tidak akan berjalan. Hal ini lantaran pengelolaan pemerintahan tidak berpihak pada kecepatan pelayanan. “Kalau semakin tinggi kekuasaan dan semakin besar uang yang dikelola, itu malah tidak akan efektif. Ini soal pengelolaan pemerintah yang berorientasi kepada pelayanan, ujung tombaknya ada di unit pemerintahan terkecil,” tuturnya.
Untuk itu, calon wakil gubernur nomor urut 4 itu memiliki spektrum khusus dalam memahami Indonesia terutama Jawa Barat. Dikatakan, seluruh daerah harus diperlakukan berdasarkan karakter daerahnya. Selama ini, karakter tersebut masih terabaikan oleh berbagai pihak.
“Saya mengartikan bahwa adanya Indonesia salah satunya karena ada karakter Jawa Barat. Begitu pun adanya Jawa Barat karena ada karakter Ciamis, Cirebon, Subang, Karawang dan daerah lain. Kita membutuhkan penguatan-penguatan karakter masing-masing wilayah,” paparnya.
Paparan panjang gagasan Dedi Mulyadi rupanya menarik perhatian calon Gubernur Jawa Barat nomor urut 1, Ridwan Kamil. Mantan Wali Kota Bandung tersebut mengaku sepakat dengan gagasan Kang Dedi. Ridwan Kamil menyatakan, ide dan gagasan yang dipaparkan oleh Dedi Mulyadi dapat diterapkan untuk kesejahteraan masyarakat Jawa Barat.
“Saya setuju dengan gagasan Kang Dedi. Kepemimpinan itu tidak boleh tersentral,” katanya. [beritasatu/ded]
Share on Google Plus
    Komentar Google
    Komentar Facebook