Jika Jadi Gubernur Jabar, Deddy Mizwar Prioritaskan Sektor Pendidikan


BANDUNG 
- Calon Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengungkapkan akan memproritaskan dunia pendidikan di Jawa Barat jika terpilih sebagai gubernur. Ia ingin kualitas pendidikan di Jawa Barat, khususnya SMA/SMK, semakin baik.
Sebab, dunia pendidikan akan menentukan kualitas sumber daya manusia (SDM). Jika kualitas pendidikan semakin baik, kualitas SDM diyakini akan semakin meningkat.
Salah satu yang ingin dimaksimalkan adalah penambahan jumlah sekolah dan gedung baru. Sebab, masih ada beberapa daerah di Jawa Barat yang tidak memiliki sekolah.
"Bangunannya memang kurang, ada 69 sekolah enggak punya gedung, ada 18 kecamatan enggak punya SMA/SMK. Ini harus segera diatasi. Salah satunya itu (jadi program prioritas)," kata Demiz, sapaan akrabnya, Sabtu (14/4/2018).
Menurutnya, sekolah yang tidak memiliki gedung dan kecamatan yang tidak memiliki SMA/SMK tersebar di berbagai wilayah. Salah satunya adalah di Kuningan. Di sana, ada delapan kecamatan yang tidak memiliki SMA/SMK.
Selain penambahan sekolah dan bangunan sekolah, fokus Demiz lainnya di bidang pendidikan adalah meningkatkan kesejahteraan guru honorer dan guru PNS.
Sebab, mayoritas guru honorer selama ini sering mengeluhkan soal kesejahteraannya. Tidak hanya itu, guru PNS juga ada yang mengeluhkan soal tunjangan tambahan.
"Ada guru honorer masih dapat Rp400 ribu per bulan. Guru pegawai negerinya ada yang cuma Rp200 ribu tambahan penghasilannya," jelasnya.
Bersama Pemprov Jawa Barat, Demiz yang merupakan wakil gubernur nonaktif pun sudah mengupayakan meningkatkan kesejahteraan para guru honorer dan PNS. Tapi, hal itu tidak bisa dilakukan secara instan karena terbatasnya kemampuan APBD.
Apalagi, SMA/SMK baru dikelola oleh Pemprov Jawa Barat per 2017 lalu. Sehingga, peningkatan kesejahteraan tidak semudah membalikkan telapak tangan.
"Ini kan (sebelum dikelola provinsi) setiap daerah berbeda-beda (gaji honorer dan tunjangan guru PNS). Kita mencoba mau menyeragamkan itu supaya adil baik di kota maupun kabupaten," ungkap Demiz.
Hal itu yang kemudian akan terus didorong Demiz jika terpilih sebagai gubernur bersama Dedi Mulyadi sebagai pasangannya. Sebab, ia memandang peran guru, baik honorer maupun berstatus PNS, sama-sama penting untuk kemajuan pendidikan di Jawa Barat.
Guru honorer sendiri menurutnya kini berjumlah sekira 19 ribu orang untuk tingkat SMA/SMK negeri di Jawa Barat. Sedangkan guru berstatus PNS hanya sekira 13 ribu orang. "Kalau yang swasta lebih banyak yang bukan PNS," ucapnya.
Ia pun menyambut positif jika pemerintah daerah di masing-masing kabupaten/kota memiliki perhatian khusus kepada para guru honorer atau PNS dengan memberi tunjangan.
"Kebijakan kabupaten/kota bisa berbeda sebagai tambahan. Mungkin setelah itu (penghasilan guru) lebih baik dari sebelumnya. Jadi, digotong ramai-ramai (antara pemprov dan pemda)," tandas Demiz. [okezone/ded]
Share on Google Plus
    Komentar Google
    Komentar Facebook