Dedi Mulyadi Akan Terapkan Pelajaran Kitab Kuning Bagi Pelajar di Jabar


PURWAKARTA
- Calon Wakil Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, akan membawa program penerapan pelajaran kitab kuning yang telah diterapkan di Purwakarta bagi pelajar di Jawa Barat. 
Program tersebut sudah efektif dilaksanakan di sekolah Purwakarta sejak 23 Februari 2017. Saat itu, Rais Aam PBNU sekaligus Ketua Umum MUI Pusat Ma'ruf Amin langsung meresmikan program untuk pelajar muslim SD hingga SMA tersebut. 

“Iya program itu untuk SD sampai SMA. Sebelum jam pelajaran yang termaktub dalam kurikulum dimulai, ada pendalaman Kitab Al Qur’an dan kitab kuning bagi pelajar muslim. Untuk non muslim, kita ada program mendalami kitab agamanya masing-masing,” kata Dedi di Purwakarta, Rabu (4/4/2018). 

Penerapan program tersebut bukan tanpa dasar. Mantan bupati Purwakarta dua periode itu memandang kitab kuning dibutuhkan untuk pendalaman khazanah keislaman. Berbagai pendapat para mujtahid baik semadzhab maupun berbeda, terdapat di dalamnya.

Sebagai kader Nahdlatul Ulama, Dedi sangat memahami bahwa dalam kitab kuning terdapat narasi ajaran tentang ibadah dan muamalah. Selain itu, tata kelola perniagaan, etika dan maqashid syari’ah juga termaktub secara jelas dan bernas. 

“ Kitab kuning ini salah satu sumber pengetahuan dalam Islam. Ini sarana pembentukan karakter dalam berbagai aspeknya. Saya kira karakter atau akhlak itu kan puncak ajaran Islam. Makanya, pendalaman kitab kuning menjadi penting,” ujarnya.

Karena berbagai aspek pengajaran itulah, pelajar di Jabar akan dihadirkan pada pemahaman holistik Islam. Sehingga, kue pengetahuan yang mereka dapat tidak sepotong-sepotong. Implikasinya, tercipta kearifan memahami perbedaan dalam diri pelajar muslim Jawa Barat. 

“Nanti pemahaman keislaman pelajar muslim Jawa Barat tidak sepotong-sepotong. Mereka memahami setiap tema yang tersaji secara holistik. Perbedaan pendapat akan menjadi hal biasa bagi mereka,” tuturnya. 

Hal senada pernah diungkapkan Kiai Ma’ruf Amin. Menurut keturunan ke-14 dari Syaikh Nawawi al Bantani itu, kitab kuning dapat menggerus paham separatis dan fundamentalis dalam Agama Islam. 
“Kalau anak-anak belajar kitab kuning sejak dini, habislah sudah paham separatisme, radikalisme, dan fundamentalisme," pungkasnya.  [kompas/ded]
Share on Google Plus
    Komentar Google
    Komentar Facebook