Deddy Mizwar: Peredaran Miras Harus Diperketat!


BANDUNG
 - Calon gubernur Jawa Barat nomor urut empat Deddy Mizwar mengkritisi banyaknya korban jiwa yang berjatuhan usai mengonsumsi minuman keras oplosan.

Ia memandang peredaran miras di daerah, khususnya di Jawa Barat, perlu lebih diperketat lagi. Sehingga, ke depan tidak lagi berjatuhan korban jiwa. Salah satunya dengan perlunya ada peraturan daerah (perda) yang mengatur tentang miras.
"Miras ini ada perda tentang miras, tapi sekarang belum semua kabupaten/kota ada perda tentang miras," ujar Demiz, sapaan akrabnya, di Kota Bandung, Selasa (10/4/2018).
Dijelaskannya, pemerintah pusat memang tidak secara spesifik melarang soal miras. Tapi, pemerintah daerah bisa membuat perda tentang pelarangan atau pembatasan miras di daerahnya.
"Walaupun di pusat tidak dilarang, tapi kalau di daerah itu merasa menjadi ancaman, bisa ada perda miras," ucapnya.
"Apalagi di Jawa Barat ini masyarakat religius, saya kira perlu dipikirkan peredaran miras tersebut harus sangat diperketat," tegas Demiz.
Menurutnya, miras memiliki dampak luar biasa. Miras bisa jadi salah satu pemicu seseorang melakukan kejahatan karena ketidaksadaran akibat menenggaknya.
"Miras, narkotika, mengurangi kesadaran kita. Kalau kesadaran kita berkurang, maka seluruh maksiat bisa kita lakukan," cetusnya.
"Mabuk adalah ibu dari segala maksiat. Kalau sudah mabuk, maka berzina, mencuri, membunuh bukan hal yang sulit untuk dilakukan. Karena itu kita harus perangi narkotika dan juga miras karena mengurangi kesadaran kita," jelas Demiz.
Selain perlunya perda tentang miras di kabupaten/kota, ia juga memandang lembaga pendidikan dan keagamaan perlu diperkuat. Sebab, lembaga pendidikan dan keagamaan merupakan salah satu yang penting dalam upaya memerangi narkotika dan miras.
Di luar narkotika dan miras, Demiz juga memandang ada hal lain yang menjadi masalah. Di antaranya situs porno, seks bebas, paham radikal, hingga lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT). Lembaga pendidikan dan agama serta keluarga dan masyarakat akan jadi tumpuan untuk menuntaskan masalah-masalah tersebut. [okezone/ded]
Share on Google Plus
    Komentar Google
    Komentar Facebook