Pasangan Deddy-Dedi Didukung Konsorsium Pesantren Indonesia


BANDUNG - Pasangan Deddy Mizwar-Deddy Mulyadi yang maju di Pilgub Jawa Barat 2018 mendapat dukungan dari Konsorsium Pesantren Indonesia (KPI). Deklarasi dukungan dilakukan di sela kegiatan dialog kebangsaan di Nadhwatul Ummah, Buntet Pesantren, Kabupaten Cirebon, Kamis (8/3/2018).

Pendiri sekaligus Pembina KPI Buya Syakur Yasin menyatakan alasan mendukung pasangan Deddy-Dedi. Salah satunya adalah sosok Deddy Mizwar yang berlatar belakang sebagai budayawan. Di sisi lain, pria yang akrab disapa Demiz itu juga punya pengalaman sebagai Wakil Gubernur Jawa Barat.
"Seorang budayawan itu dalam menyelesaikan persoalan itu lebih manusiawi daripada ahli hukum. Apalagi beliau sudah berpengalaman (sebagai Wagub), sudah cukup matang, dan layak untuk jadi gubernur," kata Buya Syakur.
KPI sendiri akan menggerakkan banyak jaringan pesantren di Jawa Barat dalam upaya menyosialisasikan pasangan Deddy-Dedi ke masyarakat. Tapi, KPI akan fokus di kawasan Pantura, di antaranya Cirebon, Karawang, Subang, dan Indramayu.
"Kita ada 10 titik (di kawasan Pantura) yang akan kita garap," ucapnya.
Disinggung soal aspirasi yang 'dititipkan' pada Deddy-Dedi jika memenangkan pilgub, ia berharap nantinya Pemprov Jawa Barat lebih memperhatikan pesantren. Salah satunya adalah kesejahteraan pengajar. Ia juga ingin kualitas pesatren ditingkatkan dengan dorongan dari pemerintah.
Demiz sendiri mengapresiasi dukungan yang diberikan KPI. Apa yang diterimanya saat ini dirasa sebagai buah dari silaturahmi.
"Alhamdulillah, mungkin itu rezeki anak soleh," ucapnya sambil tersenyum.
Soal permintaan perhatian terhadap pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan, menurutnya ada ranah yang merupakan pemerintah daerah, ada ranah departemen agama. Tapi, jika memang kelak Pemprov Jawa Barat diminta bantuan, maka bantuan akan diberikan sesuai peruntukan.
Demiz sendiri menegaskan tidak mau muluk-muluk memberikan berbagai janji selama kampanye. Ia hanya akan menyampaikan janji yang realistis untuk dilaksanakan.
"Saya tidak mau janji kalau itu bohong. Daripada berbohong, tidak usah berjanji mendingan," tegas Demiz. [okezone/ded]
Share on Google Plus
    Komentar Google
    Komentar Facebook