Kampanye di Subang, Demiz: Jabar Tidak Butuh Impor Beras



SUBANG
--Calon Gubernur Jawa Barat nomor urut 4 Deddy Mizwar mulai bicara soal program ketahanan pangan dalam kampanyenya di Subang.

Demiz bicara soal hal ini setelah mendapat curhatan dari masyarakat terkait dengan masalah impor beras.

Hal itu seiring dengan keresahan masyarakat di lumbung padi Jawa Barat tersebut terhadap kebijakan pemerintah pusat yang berencana melakukan kebijakan impor beras.

Deddy Mizwar menegaskan bahwa Jawa Barat tidak membutuhkan impor beras. Terlebih selama ini produksi beras Jawa Barat cukup memenuhi bahkan surplus. Khususnya produksi beras yang berasal dari wilayah pantura.

"Jabar itu gak perlu impor beras, Jabar itu kelebihan 3,4 juta ton. Sehingga kelebihan 3,4 juta ton itu dilempar ke luar daerah jabar," jelas Deddy Mizwar saat melakukan kampanye di Desa Tambakjati Patokbeusi Kabupaten Subang, Senin (5/3/2018).

Diungkapkannya, selama ini persediaan beras Jawa Barat cukup melimpah. Produksi ini ditunjang dari wilayah Karawang, Bekasi, Subang dan Indramayu yang menjadi salah satu wilayah lumbung beras Jawa Barat. Belum lagi Jawa Barat pun memiliki wilayah lumbung beras lainya di wilayah Jabar Selatan. Sehingga ketahanan pangan di Jawa Barat cukup kuat.

"Kemandirian pangan Jawa Barat tidak ada masalah," katanya.

Meski demikian, lanjutnya, ketahanan pangan harus terus dipertahankan. Bahkan harus diperluas, sehingga tidak tergerus oleh alih fungsi lahan.

"Ketahanan pangan harus terus, minimal lahan pertanian yang berkelanjutan harus dipertahankan, kalau tidak bisa, ekstensifikasi pertanian yang sekarang ini harus dipertahankan dengan tekhnologi pertanian yang semakin meninghkatkan produktifitas. Termasuk juga menambah lahan pertanian. Minimal mempertahankan sudah bagus, karena industri membutuhkan ruang," katanya.

Sementara itu kampanye pantauan dilapangan, kampanye Jenderal Naga Bonar di Desa Tambak Jati, Patokbeusi Kabupaten Subang, berjalan cukup meriah. [timmedia]
Share on Google Plus
    Komentar Google
    Komentar Facebook