Ibu-ibu Warga Bogor: Gara-gara Pak SBY, Anak Kami Bisa Lanjut Sekolah


BOGOR - Dua ibu berjilbab menerobos penjagaan Pasukan Pengamanan Presiden, saat melihat Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono turun dari bus.

SBY singgah sebentar untuk melihat-lihat buah-buahan dan oleh-oleh khas Kota Bogor, Senin (26/3/2018) siang.

Dua ibu bernama Nuryati dan Ningrum itu yang sedang berbincang di sekitar dagangan, segera memeluk SBY dan menangis. Keduanya mengungkapkan rasa terima kasihnya yang mendalam kepada SBY.

"Gara-gara Pak SBY, anak kami bisa lanjut sekolah. Padahal, waktu itu saya benar-benar tidak punya uang," kata Nuryati sambi; menyeka air matanya.

Dia mengatakan, saat itu SBY menerapkan kebijakan Program Keluarga Harapan bagi masyarakat yang benar-benar tidak mampu, seperti Nuryati.

"Alhamdulillah sekarang anak saya sudah bisa universitas, dua-duanya," ucap Nuryati bangga

Beda lagi dengan Ningrum. Dia mengaku program Bantuan Langsung Tunai (BLT) membuat dirinya beserta suami bisa mendapatkan modal awal yang cukup untuk usaha jual buah di pinggir jalan.

"Dulu cuma pakai BLT saja modalnya. Ya dari situ coba usaha, sampai sekarang di situ dagangan suami saya," ungkapnya sambil menunjuk sebuah kios.

Bukan hanya di hadapan SBY, keduanya mengaku menangis ketika mantan Menkopolhukam itu dihujat dan diserang oleh pihak lain. Sebab, mereka melihat SBY sebagai sosok pemimpin yang hampir tanpa cela.

"Kita suka nangis mas kalau lihat Pak SBY difitnah gitu. Setahu saya, dia baik sekali, santun," tutur Nuryati.

Dia berharap, putra SBY, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dapat mewarisi sikap dan teladan ayahnya, jika nanti menjadi seorang pemimpin.

"Kita berdua emang fans Pak SBY. Semoga nanti anaknya bisa jadi presiden. Dulu kita suka ngarep, Pak SBY bisa empat periode sekalian lah," timpal Ningrum. [tribun/ded]
Share on Google Plus
    Komentar Google
    Komentar Facebook