Demul: Kekuatan Ekonomi Kerakyatan Ada di Pasar Tradisional


PURWAKARTA
- Calon Wakil Gubernur Jabar nomor urut 4, Dedi Mulyadi, mengatakan, pasar tradisional merupakan salah satu pondasi ekonomi kerakyatan. Karenanya, pasar tersebut harus segera terestrukturisasi dan terintegrasi. Strukturisasi dimaksud, yaitu adanya integrasi antara pasar desa, pasar kecamatan, dan pasar kabupaten.

"Persoalannya bukan hanya sekedar pasarnya. Pasar tradisional ini harus ada di setiap daerah. Termasuk sampai peloksok desa, " ujar Dedi, kepada Republika,  Ahad (11/3).

Masalah klasik yang kerap terjadi di pasar-pasar tradisional, yaitu minimnya perhatian pemerintah untuk revitalisasi. Karenanya, pasar tradisional menjadi kumuh, becek, kotor, tidak tertata dan mulai ditinggalkan pelanggannya.

Padahal, di setiap pasar tradisional ini rupiah terus berputar tidak henti-hentinya. Bahkan, denyut nadi perekonomian masyarakat ini ada di pasar tradisional.

Untuk itu, Dedi yang berpasangan dengan Cagub Deddy Mizwar ini memiliki gagasan mengenai pembenahan dan penataan pasar tradisional. Salah satunya, harua disinergikan antara pasar desa, pasar kecamatan dan pasar kabupaten.

Kemudian, untuk revitalisasi dirinya jika terpilih nanti bisa mendorong anggaran provinsi untuk disinergikan dengan anggaran kabupatan dalam hal penataan pasar. Jadi, pemerintah bisa menyediakan kios, lapak atau los gratis di setiap pasar tradisional untuk para pedagang.

"Pemerintah mampu merevitalisasi pasar tradisional dan menyediakan kios untuk pedagang secara gratis. Salah satu contohnya, di Pasar Leuwi Panjang Purwakarta. Kios di pasar itu ditempati gratis oleh pedagang," ujar Dedi.

Dengan adanya kios gratis ini, lanjut Dedi, maka harga-harga bahan pangan di pasar tersebut akan lebih murah. Sebab, pedagang tidak memikirkan untuk biaya membayar sewa kios ataupun lapak. Dengan begitu, masyarakat akan diuntungkan juga. Sebab, bisa membeli sembako, baju atau lainnya dengan harga yang lebih miring dibanding pasar moderen.

Berbicara mengenai pasar desa, pada akhir pekan kemarin Dedi melakukan perjalanan ke Desa Setiaasih, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi. Dalam perjalann itu, Dedi melihat adanya pasar kaget atau pasar desa. Ternyata, keberadaan pasar kaget ini cukup memerkuat perekonomian masyarakat sekitarnya.
"Pasar desa ini, jadi perhatian saya kedepannya. Setiap desa harus ada pasar yang bisa menyuplai semua kebutuhan masyarakat," ujarnya.

Berbagai komoditas kebutuhan pokok, bisa diproduksi oleh masyarakat lokal. Sehingga, jalur distribusi bahan pangan atau olahan makanan itu bisa lebih pendek. Dengan begitu, harganya bisa lebih terjangkau oleh masyarakat.

"Dengan adanya pasar desa ini, masyarakat akan berbelanja di desanya. Maka, uang akan berputar di wilayah tersebut. Diharapkan dengan adanya pasar desa ini, kesejahteraan masyarakatnya bisa meningkat," tutur Dedi. [republika/ded]
Share on Google Plus
    Komentar Google
    Komentar Facebook