Dedi Mulyadi Yakin Lotek Khas Jawa Barat Bisa Mendunia


BEKASI 
– Calon wakil gubernur Pilkada Jabar, Dedi Mulyadi menginginkan kuliner lotek terkenal hingga mendunia.
Cita-cita ini disampaikan pasangan Deddy Mizzwar ini saat berkunjung ke Desa Bantar Jaya, Kecamatan Pebayuran.
Dedi yang beristirahat di warung milik Mak Namih (54) menyantap lotek yang dibuat sendiri oleh si pemilik warung.
Lotek merupakan kuliner khas masyarakat Sunda. Dari tampilan, penganan berbahan dasar sayuran. Hanya saja, dari sisi penyajiannya sayuran yang menjadi bahan utama lotek, harus terlebih dahulu dikukus kemudian dicampur dengan bumbu kacang yang dibuat dalam cobek.
Ternyata, ada sebuah ide yang muncul dalam benak Dedi saat menyantap lotek di warung tersebut. Menurutnya, lotek bisa menjadi penganan yang setara dengan salad. Bahkan, dirinya yakin lotek pun bisa menjadi kuliner khas Jawa Barat yang mendunia.
Dia berpendapat, salad dan lotek sebenarnya memiliki kesamaan. Bedanya, kalau salad disentuh oleh koki profesional dan internasional. Kalau lotek masih dibuat secara tradisional. Kemudian, proses membuat salad pun diajarkan di sekolah tata boga, sementara lotek tidak.
"Sudah saatnya lotek bersaing dengan makanan internasional," ujar Dedi.
Salah satu yang harus dilakukan, menurut dia, yakni lotek pun harus mulai dibuat oleh tangan-tangan terampil koki internasional. Dalam hal ini, dirinya siap mendorong supaya lotek dan salad bisa sejajar.
"Saya siap mendorong supaya lotek bisa dikenal masyarakat secara luas. Ke depan, penyajiannya harus sempurna dan dilakukan oleh tangan-tangan terampil," jelas dia.
"Makanan apa sih yang sekarang tidak digemari kalau penyajiannya bagus?. Kalau penyajian dan penataannya sempurna, saya yakin lotek bisa bersaing dengan makanan luar," katanya.
Akan tetapi, Dedi Mulyadi mewanti-wanti agar lotek tidak dijual secara online. Sebab, jika tidak dimakan begitu selesai dibuat, akan terjadi perubahan rasa terhadap lotek tersebut.
"Saya kira tidak bisa dijual online ya. Lotek ini kan begitu selesai dibuat harus segera dimakan. 30 menit saja lewat, itu akan terjadi perubahan rasa," ujarnya.
Perjuangan Dedi di sektor kuliner sudah tak diragukan lagi. Seperti saat dirinya menjabat bupati dua periode di Purwakarta, tangan dinginnya berhasil membranding penganan khas wilayah ini hingga go internasioanl. Penganan khas ini, yakni sate maranggi.
Bahkan, berkat ide briliannya itu saat ini beberapa Food Truck di Amerika Serikat menjual makanan khas Purwakarta tersebut dengan cara berkeliling. Di Purwakarta sendiri, penganan tersebut sudah sangat mudah dijumpai. [okezone/ded]
Share on Google Plus
    Komentar Google
    Komentar Facebook