Dedi Mulyadi Pertemukan Pemuda Tunanetra dengan Ayahnya



PURWAKARTA
- Eka Rahman Setiawan (24 tahun), pemuda tunanetra asal Kampung Sukamantri RT 06/01, Desa Sukaraya, Kecamatan Karangbahagia, Kabupaten Bekasi, akhirnya bisa bertemu dengan ayah kandungnya, Sulaeman. Pertemuan ayah dan anak yang terpisah selama bertahun-tahun ini, dijembatani Calon Wakil Gubernur Jabar Dedi Mulyadi. Apalagi, ayah kandung Eka, merupakan warga Desa Pasawahan Tengah, Kecamatan Pasawahan, Purwakarta. Berdasarkan pantauan Republika, Eka sengaja datang ke Purwakarta dari Bekasi, bersama pamannya Marsuri (32 tahun). Pemuda yang pandai memetik gitar ini, menunggu dipertemukan dengan ayahnya di kediaman pribadi Dedi Mulyadi, di Desa Sawah Kulon, Kecamatan Pasawahan.

Sekitar pukul 11.30 WIB, ayah kandung Eka, yakni Sulaeman (58 tahun), datang ke kediaman Dedi Mulyadi. Kedatangan Sulaeman ini, disambut dengan lagu Terangkanlah milik penyanyi religi Opick. Suasana haru sangat terasa. Bahkan, Sulaeman langsung menangis serta memeluk putranya tersebut."Eka, ini bapak," ujar Sulaeman dengan nada suara bergetar, Ahad (4/3). Pertemuan ayah dan anak ini, tentu saja membuat haru warga dan awak media. Begitu pula dengan Cawagub Dedi Mulyadi. Dedi Mulyadi juga terlihat menitikan air matanya, saat melihat ayah dan anak ini bertemu.

Sulaeman menuturkan, Eka itu merupakan anak keduanya. Ibu kandung Eka, merupakan warga Karawang. Akan tetapi, sejak usia dua hari sampai sekarang, Eka diurus dan dibesarkan oleh ibu tirinya, yakni Empat (53 tahun) warga Kabupaten Bekasi. "Saya sangat bahagia bisa bertemu Eka, di kediaman Pak Dedi. Meskipun tetangga, baru kali ini saya berjumpa langsung," ujarnya. Jadi, lanjut Sulaeman, pada Ahad ini, dirinya merasakan dua kebahagiaan. Pertama, bisa bertemu dengan putranya. Kedua, bisa berjumpa langsung dengan orang yang pernah memimpin Purwakarta selama dua periode tersebut.

Eka Rahman Setiawan (24 tahun), mengaku, sangat bersyukur telah dipertemukan dengan Cawagub Dedi, saat pria yang khas dengan ikat kepalanya ini kampanye di kampunnya beberapa hari yang lalu. Hingga akhirnya, Eka bisa dipertemukan dengan ayahnya. "Alhamdulillah, saya bisa bertemu bapak. Meskipun, terpisah jarak, hati saya selalu teringat akan bapak," ujar Eka.

Sementara itu, Cawagub Jabar, Dedi Mulyadi mengatakan kasus yang dialami Eka ini bukan yang pertama yang ditanganinya. Sebelumnya, ada juga kasus yang sama. Yakni anak yang ingin bertemu orang tuanya. "Di Karawang juga, saya pernah menjembatani pertemuan orang tua dan anaknya. Sekarang, kasus ini dialami Eka," ujarnya. Dedi mengaku, pertemuan Eka dengan ayahnya membuat dirinya bahagia. Ke depan, Dedi ingin fokus pada kegiatan yang berbasis kebahagian untuk masyarakat. Dengan kata lain, Dedi ingin menjadi agen pembawa kebahagiaan bagi masyarakat Jabar kedepannya.
 [republika/ded]
Share on Google Plus
    Komentar Google
    Komentar Facebook