Dedi Mulyadi Akan Membuat Program Khusus untuk Sejahterakan Kaum Lansia


PURWAKARTA -
 Calon wakil gubernur Jabar nomor urut empat, Dedi Mulyadi berencana membuat sebuah program khusus untuk mensejahterakan para warga yang telah lanjut usia (lansia).

Hal itu berencana direalisasikan karena menurut Dedi, usia yang sudah tua sudah bukan waktunya digunakan memikirkan cara memenuhi kebutuhan hidup.


Oleh karena itu, negara harus hadir untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Ia meyakini anggaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat dapat digunakan untuk mewujudkan program asuransi hari tua bagi yang kurang mampu.


"Pemerintah dapat memberikan jaminan kesehatan hari tua untuk lansia, serta bisa memberi jaminan pendidikan untuk anak-anaknya," kata Dedi melalui rilis yang didapat Tribun Jabar, Kamis (1/3/2018).


Rumah yang ditempati para lansia itu pun harus diperhatikan secara benar, agar jangan sampai ada yang bocor atau tidak layak huni.
Secara teknis, program asuransi hari tua ini meliputi berbagai aspek kebutuhan masa tua untuk para lansia.


Seperti halnya beras yang dikonsumsi oleh para lansia, kata mantan Bupati Purwakarta itu haruslah berkualitas premium.


Selain itu, dokter puskesmas harus stand by kapan pun dibutuhkan untuk memeriksa para lansia yang sakit.

"Mereka harus mengkonsumsi beras kualitas bagus, ada dokter juga yang siap memeriksa mereka saat sakit," sebutnya.

Program asuransi masa tua itu terinspirasi setelah Dedi Mulyadi mendengarkan kisah pasangan Eman (60) dan Samih (44), di Kampung Cibeber, Desa Simpangan, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi.

Samih, istri Eman diketahui telah tujuh tahun tidak bisa berjalan karena berat badan terus bertambah berat. Agar bisa berjalan, Samih harus disokong alat bantu jalan.

Meski begitu, Eman bercerita bahwa dirinya hidup bahagia walaupun harus banting tulang. Serta akan tetapi mencintai Samih, sebagai istrinya.

"Iya tentu masih cinta pak, kami bahagia," ucapnya kepada Dedi Mulyadi.

Sehari-hari Eman bekerja dan disibukan sebagai kuli bongkar muat pasir di wilayah proyek Cikarang. Disela kesibukannya, dirinya pun harus merawat sang istri.
"Kalau kerja, bongkar pasir, itu dua kali sehari, kalau ada order. Lumayan dapat Rp 50 ribu untuk dua kali bongkar. Jadi, kami berdua masih ada biaya makan sehari-hari," katanya.


Melihat perjuangan Eman terhadap istri tercintanya, Dedi pun berkeinginan untuk bisa membantu.


Termasuk kepada para orang tua yang nasibnya tidak jauh berbeda dengan Eman dan Samih.

Program asuransi masa tua yang direncanakan Dedi, nantinya diharapkan bisa membantu para orang tua di Jabar.

“Saya ini kan sayang sama para orang tua. Apalagi, orang tua yang sudah lanjut usia dan sudah tidak didampingi oleh anak-anaknya. Saya ingin para orang tua hidup bahagia di hari tuanya,” kata Dedi. [tribun/ ded]
Share on Google Plus
    Komentar Google
    Komentar Facebook