AHY Dengar Keluh Kesah TKW di Indramayu, Ada yang Tangannya Dibakar hingga Kerja di Luar Kontrak


INDRAMAYU
 - Sebelum bertandang ke Kota Cirebon, Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Pemenangan Pemilu 2019 Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berkunjung ke Desa Majasari, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu.

Dalam pertemuan itu, ia mendengarkan curhatan beberapa mantan Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang pernah mengalami tindak kekerasan dari majikannya.

AHY pun mengecam keras atas kekerasan terhadap TKW itu.

"TKW harus dilindungi oleh negara jangan sampai mereka diperlakukan kasar dan tidak manusiawi," kata Agus Harimurti Yudhoyono, saat ditemui usai Ngariung Bareng Warga Kota Cirebon di Markas Cafe, Jl Cipto Mangunkusumo, Kota Cirebon, Senin (19/3/2018).

AHY bercerita, ada seorang TKW asal Desa Majasari, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, yang tangannya dibakar oleh majikannya sendiri saat bekerja di Madinah, Arab Saudi.

Pasalnya, TKW yang bernama Nuryati Arifin (32) itu dituduh selingkuh dengan suami majikannya.

Menurut AHY, tangan Nuryati disiram bensin yang kemudian disulut api oleh majikan perempuannya.


Bahkan, bekas luka bakar itupun masih ada hingga kini.


"Di Arab Saudi tidak diberi HP jadi komunikasinya susah. Kalau agennya menelepon harus melalui majikannya dulu. Sementara majikannya tidak pernah memberi tahu kalau agennya menelepon," ujar Agus Harimurti Yudhoyono menirukan Nuryati.

Dari 2007 - 2017, kata AHY, Nuryati sering diperlakukan keji dan tidak manusiawi oleh majikan perempuannya.


Selain itu, ada Sholehah (35), mantan TKW yang bekerja di Riyad, Arab Saudi selama sembilan tahun.


Kepada AHY, Sholehah menuturkan harus berkerja lebih larut karena harus melayani dua majikan di tempat kerjanya.

Padahal, hal itu tidak sesuai dengan kontrak kerjanya yang menyebutkan hanya melayani satu majikan.

"Kita bersama-sama harus benar-benar menjaga semua hak yang dimiliki para TKW itu," kata Agus Harimurti Yudhoyono. [tribun/ded]
Share on Google Plus
    Komentar Google
    Komentar Facebook