Verifikasi Faktual, Demokrat Kab. Bogor Siap Hadapi Momen Politik Tahun 2018 dan 2019


BOGOR
 – Partai Demokrat (PD) Kabupaten Bogor telah melengkapi berkas dan berstatus memenuhi syarat (MS) dalam verfak parpol, Kamis (01/02/2018).

Demokrat pun siap menghadapi momen politik tahun 2018 dan 2019. Tahun 2018 masyarakat akan melaksanakan Pilkada serentak dan pada tahun 2019 akan melaksanakan Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres).
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PD Kab. Bogor Anton Surato mengatakan PD akan siap bertarung untuk memenangkan Jaro Ade dan Inggrid Kansil.
Semua mesin politik sudah siap menghadapi momen tersebut. Seluruh partai akan menurunkan juru kampanye (jurkam) masing-masing.
“Jurkam ya tentu kita akan datangkan jurkam nasional, ANY, SBY, AHY, kita akan turunkan semua. Semua tokoh-tokoh nasional di partai-partai koalisi akan kita turunkan semua,” ungkapnya.
Anton Surato menambahkan bahwa pilkada dan pileg adalah dua hal yang berbeda. Pilkada itu tokoh, sedangkan pileg selain tokoh juga partainya.
“Jadi mereka itu ketokohannya pilkada. Kalau pileg bukan hanya tokoh tapi partainya. Jadi kemarin, meskipun kita bagus tapi karena partai kita lagi turun ya tahu sendirilah ditempa tsunami kan,” ujarnya.
Anton menyadari bencana yang dialami partai membuat jatah kursi di dewan berkurang. Dari 4 anggota DPR RI cuma 1. Dari 14 tinggal 4 di Kabupaten.
Pada 2019 mendatang PD menargetkan dua kali lipat kursi dari yang ada sekarang.
“Jadi kita mawas diri aja, sekarang kita tidak mau muluk-muluk. Minimum DPR RI nya 1 jadi 2. DPR Propinsinya dari 1 jadi 2. DPRD Kabupatennya dari 4 jadi 8,” tambahnya.
PD akan melibatkan kader-kader yang telah terpilih dan yang belum berhasil pemilihan lima tahun lalu.
Selain itu kader-kader potensial yang mau mendaftar akan prioritaskan. PD akan membuka pendafaran calon.
“Ya kita akan buka, tapi kita lihat sekarang pun kita belum buka aja udah mulai penuh. Bagaimana kalau kita buka. Yang mendaftar kemarin 14 anggota DPRD aja udah ada. Ya tapi kemungkinan kita akan buka juga. Kita lihat aja komisinya kalau memang masih kurang sekarang kita belum buka secara umum tapi kita buka secara internal tapi sudah masuk semua,” katanya.
Mengenai rencana pemetaan Daerah Pemilihan (Dapil) yang akan mengalami penambahan, Anton mengaku menunggu berapa pun hasilnya.
“Itu dia sampai sekarang kita belum fiks berapa dapil. Usulan 7,8, dan 9 kita demokrat mengharapkan 7 saja. Keputusan kan bukan di Partai Demokrat. Partai partai lain mengusulkan berapa biar KPUD yang menentukan,” tegasnya.
Anton enggan membocorkan strategi yang akan diambil dalam menghadapi momen politik tersebut. Strategi adalah rahasia dapur setiap partai.
“Itu rahasia kita kenapa bocorin ke kamu. Nanti dicuri partai lain. Ngga boleh. Rahasia dapur. Intinya strateginya kita akan berusaha semampu mungkin kita akan memenangkan 2019,” tutupnya. [pojoksatu/ded]
Share on Google Plus
    Komentar Google
    Komentar Facebook