APBD Terbatas, Aan Andi Sebut Pemecahan Masalah di Kota Bandung Tertunda


BANDUNG
- Minimnya Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) yang tidak sesuai dengan anggaran pembangunan infrastruktur mengakibatkan tertundanya pemecahan berbagai masalah di Kota Bandung, terutama soal kemacetan. 
Ketua Pansus Kerjasama Daerah Kota Bandung, Aan Andi Purnama menyebut kemacetan di Kota Bandung terjadi karena tidak sebandingnya luas jalan dengan jumlah kendaraan. Untuk mengatasinya, perlu dilakukan pelebaran jalan atau membangun jalan layang. Aan menyebutkan APBD Kota Bandung tersedia 7 Trilun namun tidak sebanding dengan biaya yang dibutuhkan, yakni sebesar 60 Triliun.
"Jadi memang saat ini kita memiliki APBD sekitar 7 triliun. Nah kalau kita ngobrol dengan pak wali, kota Bandung dengan semua permasalahannya kita membutuhkan biaya sekitar 60 triliun. Jadi artinya kalau kita ingin membereskan Kota Bandung dalam beberapa tahun memang agak sulit, berarti kita butuh 10 tahun untuk membereskan permasalahan-permasalahan di kota Bandung," ungkap Aan saat on air di PRFM, Selasa (5/12/2017) malam.
Kendati demikian, untuk menutup kekurangan, Aan menilai dibutuhkan improvisasi dari pemerintah untuk mencari solusi lain selain menggunakan APBD, seperti menjalin kerja sama dengan pihak ketiga.
"Nah saat ini memang ada beberapa undang-undang juga peraturan permendagri nomor 96 tahun 2016 yang mengatur itu semua. Terus juga undang-undang terkait masalah KPBU, kerjasama permerintah dan perusahaan. Artinya memang dibolehkan pemerintah bekerjasama dengn pihak swasta untuk membiayai infrastruktur atau yang lainnya," pungkas Aan. [prfmnews/ded]
Share on Google Plus
    Komentar Google
    Komentar Facebook