Begini Mekanisme Konvensi Demokrat di Kota Bandung


BANDUNG
- DPD Partai Demokrat Jabar akan merumuskan secara bersama dalam menilai hasil konvensi bakal calon Wali Kota Bandung 2018 yang di gelar DPC Demokrat Kota Bandung.


Demikian dikatakan Sekretaris Jenderal DPD Partai Demokrat Jabar, Herlas Juniar usai menghadiri pembukaan konvensi Wali Kota Bandung 2018-2023 di GOR Pajajaran, Jalan Pajajaran, Bandung, Minggu, (6/8).

"Jadi diusulkan oleh DPC, kemudian dirumuskan dengan DPD, lalu DPD membuat paket dengan koalisi karena tidak mungkin maju sendiri. Dari rumusan tersebut, siapa bakal Calon Walikotanya dan Wakil Walikotanya lalu kita laporkan ke DPP," ujar Herlas Juniar.

Dikatakannya, DPP dalam konvensi ini hanya mendengar dari hasil rumusan DPC dan DPD Demokrat. Jadi, sambung Herlas, DPP dalam hal ini akan melegalisasi hasil rasionalisasi formula calon yang dibuat oleh daerah.

"Tahapannya memang dimulai dari bawah. DPP mungkin mempertegas lagi keseriusan dan data objektif peta terakhir seperti apa daerah tersebut," katanya.

Herlas menegaskan, tidak akan ikut campur dengan pelaksanaan konvensi. Pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada tim penjaringan yang dibuat oleh DPC Demokrat.

"Kita akan lihat dari hasil survei. Kedua kita akan melihat pemetaan dengan kawan koalisi dengan siapa dan kandidat dengan yang mana," terangnya.

Menurutnya, dari hasil survei nanti akan terlihat gambarannya. Bisa jadi elektabilitasnya tinggi namun susah dalam mencari pasangannya, bisa juga sebaliknya.

Selain itu, lanjut Herlas, konvensi yang diikuti empat kandidat hanya akan menghasilkan satu nama yang akan diprioritaskan.

"Satu yang akan kita prioritaskan dari konvensi, karena gelaran ini merupakan bagian ikhtiar memformulakan calon yang kita usung di Pilkada nanti sehingga pasangan tersebut menang," tandasnya. [rmol/ded]
Share on Google Plus
    Komentar Google
    Komentar Facebook