Didin Supriadin: Pembangunan Bogor Harus Dilanjutkan dan Diperbaharui

BOGOR -Bogor telah memasuki usia ke-535. Di usianya tersebut, Kabupaten Bogor telah memantapkan diri ingin menjadi kabupaten termaju di Indonesia.

Bupati Bogor Nurhayanti menjadi figur sentral tujuan tersebut. Namun dalam perjalanannya, terdapat sejumlah sandungan untuk menyelesaikan penciri sebagai kabupaten termaju. Salah satu yang kentara adalah pembangunan pasar rakyat di 7 kecamatan.

Di mata Didin Supriadin, upaya Nurhayanti patut diapreasisi. Bahkan penggantinya nanti harus melanjutkan program pembangunan yang digagas mantan Sekda Kabupaten Bogor tersebut. Tentu dibarengi sejumlah catatan berupa pembaharuan demi kesejahteraan masyarakat Bogor.

Politisi Partai Demokrat ini mengatakan, secara prinsip program pembangunan menuju Kabupaten Termaju di Indonesia sudah sangat bagus. Namun kendala yang paling mencolok adalah keterbatasan anggaran dan wilayah Kabupaten Bogor yang teramat luas.

"Bicara pembangunan berkelanjutan, semua sudah terukur, terencana melalui perencanaan yang ada di pemerintahan. Jadi kemajuannya pun terukur. Tinggal evaluasi menyeluruh terhadap program Ibu Bupati," kata Didin kepada wartawan di Cibinong, Minggu (4/6).

Menurut peraih doktor Ilmu Pemerintahan ini, dokumen resmi pembangunan pemerintahan dituangkan mulai Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP), diturunkan dalam program 5 tahunan melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), selanjutnya diturunkan lagi dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) yang satu tahunan, termaktub dalam KUA PPAS dan APBD. Jadi sebenarnya semua itu sudah terencana, sistematis, dan terukur.

"Kalau dikerjakan dgn baik, tentu pasti akan berhasil. Tidak ada alasan lagi bicara kegagalan," ujar anggota DPRD Jabar selama 2 periode ini.

Didin menuturkan, program pembangunan pun berbanding lurus dengan kepemimpinan. Jangan sampai ganti pemimpin, kebijakan berubah seenaknya. Karena itu, para kontestan yang akan mengikuti Pilbup Bogor 2018 harus melanjutkan program kepemimpinan sebelumnya.

"Kalau tidak berlanjut, entah sampai kapan beresnya Kabupaten Bogor ini. Kepemimpinan sebelumnya dilanjutkan, yang kurang2 tentu bisa diperbaiki, yang Sdh bagus dilanjutkan dan ditingkatkan. Kalau fokus ke situ, inshaAllah Kabupaten Bogor pasti akan jauh lebih baik," bebernya.

Didin mencontohkan capaian indeks pembangunan manusia (IPM) Kabupaten Bogor yang masih di papan tengah dari 27 kota kabupaten se-Jawa barat. Untuk menjadi 10 besar masih jauh sehingga perlu pemimpin yang punya gagasan dan terobosan, baik dibidang Infrastruktur, pendidikan, kesehatan,
"Tinggal terobosan2nya tentu dapat disesuaikan dengan kondisi masyarakat Kabupaten Bogor. Kan tidak akan sama dengan daerah lain," ucapnya.

Didin pun memberi sinyal akan turut bertarung dalam Pilbup Bogor 2018. Putra daerah asli Cibinong ini memiliki rasa cinta terhadap tanah kelahiran sehingga mendorongnya berperan langsung membangun Kabupaten Bogor.

“Saya dan keluarga adalah putra Bogor asli. Sekarang ada panggilan untuk pulang kampung dan membesarkan tanah kelahiran,” jelasnya.

Didin merasa bersyukur dan beruntung karena mendapat dukungan serta respons positif terkait rencana pencalonannya maju di Pilbup Bogor 2018 dari seluruh pihak, khususnya keluarga.

"Saya sekarang intens membangun komunikasi politik dengan partai lain untuk membangun kekuatan bersama dan membentuk poros baru. Harapannya, poros baru ini menjadi alternatif dan menambah dinamis situasi politik di Kabupaten Bogor. Alhamdulillah dua periode di DPRD Provinsi menjadi modal politik. Komunikasi politik saya dengan partai lain sudah terbangun, tanpa terkecuali dan sangat memungkinkan membangun poros baru tersebut,” kata Didin.

Jika terpilih menjadi Bupati Bogor 2018-2023, Didin memiliki asa tinggi membesarkan tanah kelahirannya. Sebagai penyangga Ibu Kota Negara, Kabupaten Bogor harus mampu mengimbangi.

"Saat berkunjung ke Cina pada 4 sampai 12 Mei lalu dengan Pak Gubernur, kami melakukan MoU kerja sama infrastruktur pendidikan kesehatan pariwisata dan lain-lain dengan 4 provinsi dan kota di sana. Ini bisa ditularkan ke Kabupaten Bogor," jelasnya.

Didin mencontohkan, Kota Nanning sebuah kota kecil di Cina memiliki infrastruktur modern yang tertata rapi dan bersih. Didin jarang melihat sampah berserakan, bahkan di kiri kanan sepanjang tol terdapat bunga yang sangat indah.

"Tata kotanya begitu indah. Kalau misalnya keindahan itu bisa ditampilkan di Bogor, itu luar biasa. Ini dari satu sisi keindahan, belum lagi monorel dan kereta cepat. Ini jadi inspirasi untuk pembangunan di Bogor," ujarnya.

Didin pun semakin optimis karena selama ini memiliki bekal hubungan yang baik dalam hubungan Goverment to Goverment (G to G), baik Dilingkungan provinsi Jawa barat, pusat, dan juga kota kabupaten. Kondisi itu memudahkan dirinya dalam berkoordinasi, bekerja sama untuk manfaat Kabupaten Bogor kedepan.

"Bupati baru jangan bikin program seenaknya, tanpa melihat kepemimpinan sebelumnya, di bawahnya, terutama dengan pusat," ucap Didin. [inilahkoran/ded]
Share on Google Plus
    Komentar Google
    Komentar Facebook