Amin Santono Berikan Materi Reses di Pondok Pasantren Nurul Imanah

KUNINGAN - Bangsa Indonesia semakin hari semakin jauh dari jati dirinya. Sebelumnya, bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa yang penuh dengan nilai-nilai kesopanan, penuh kasih sayang dan memiliki jalinan persaudaraan satu dengan lainnya. Namun kini, nilai tersebut kian memudar.
Hal itulah yang menggugah H. Amin Santono. S.Sos.MM anggota MPR/DPR RI Komisi XI Fraksi Partai Demokrat untuk terus mensosialisasikan 4 pilar kebangsaan. Dengan didampingi oleh anggota DPRD Provinsi Jawa Barat  Fraksi Partai Demokrat Komisi V Hj. Yoyoh Rukiyah. S.Tr.Keb, dan Motivator sekaligus Artis juga Dosen Nurul Qomar. Mereka memberikan sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan bersama Satkorcab Banser NU Kabupaten Kuningan Pondok Pasantren Nurul Imanah, Desa Cihaur, Kecamatan Ciawigebang, Sabtu (03/05).
Dalam sambutannya Amin Santono memandang, kebebasan berpendapat memang menandai lahirnya era reformasi, tapi seringkali hak itu dimaknai bebas tanpa batas. Kesalahan pemahamaan tersebutlah yang menyebabkan kendurnya nilai-nilai agama dan nilai keakraban sosial. Tentu saja Amin mengkhawatirkan bagi kehidupannya berbangsa dan bernegara.
DPR RI sebagai lembaga legislatif negara terus berusaha menghidupkan kembali nilai-nilai tersebut, salah satunya dengan terus mensosialisasikan 4 Pilar DPR/MPR RI,Pancasila sebagai Dasar dan Ideologi Negara, UUD NKRI 1945 sebagai Konsitusi Negara dan DPR/MPR, Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai Bentuk Negara, dan Bhineka Tunggal Ika sebagai Semboyan Negara.
Turut memberikan sambutan, Hj. Yoyoh Rukiyah. S.Tr.Keb anggota DPRD Provinsi Jawa Barat  Fraksi Partai Demokrat Komisi V, dia menyatakan 4 pilar kebangsaan antara lain (UUD1945, Pancasila, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika) kebutuhan kita semua.
“ Setiap warga negara harus memahami dan mengamalkan makna dari masing masing pilar tersebut. Keanekaragaman karakter masyarakat bukan menjadi penghalang melainkan perekat,” paparnya.
Haji Komar yang di daulat menjadi pembicara, memberikan tema materi lebih spesifik yaitu Membangun Karakter Pancasila Dalam Kemajemukan Dalam Bermasyarakat, dengan gaya khas nya dikemas dalam ceramah kuliah umum, H. Komar menjelaskan poin poin yang menjadi keresahan masyarakat kini antara lain Pertama, Nilai-nilai agama  dan nilai-nilai budaya bangsa tidak dijadikan sumber etika dalam kehidupan berbangsa dan bernegara oleh sebagian pemimpin dan masyarakat, sehingga akibatnya Krisis akhlak dan moral berupa ketidakadilan, korupsi, kolusi nepotisme, dan pelanggaran hukum serta pelanggaran HAM. Kedua, Konflik sosial budaya telah terjadi karena kemajemukan suku, budaya dan agama yang tidak dikelola dengan baik  dan adil oleh Pemerintah dan masyarakat, yang mengakibatkan Tawuran warga, dan terorisme.
Ketiga, Penegakan hukum tidak berjalan dengan baik dan pelaksanaannya telah diselewengkan sedemikian rupa akibatnya Tidak adanya keadilan dan persamaan hak warga negara dihadapan hukum. Prilaku ekonomi yang berlangsung dengan praktek korupsi, kolusi dan nepotisme serta kurangnya keberpihakan kepada kelompok usaha kecil dan menengah yang mengakibatkan Krisis ekonomi yang berkepanjangan, Hutang besar  yang dipikul oleh negara, Pengangguran, Kemiskinan dan Kesenjangan sosial.
Keempat, Sistim Politik tidak berjalan dengan baik sehingga mengakibatkan Belum dapat melahirkan pemimpin-pemimpin  yang amanah dan mampu memberikan keteladanan serta pemimpin yang mampu memperjuangkan kepentingan rakyat. Penyalahgunaan kekuasaan sebagai akibat lemahnya fungsi pengawasan oleh internal pemerintah dan lembaga perwakilan rakyat serta terbatasnya pengawasan oleh masyarakat dan media massa pada masa lampau, akibatnya Kurangnya kepercayaan masyarakat kepada penyelenggara negara, pungkasnya. [ca/ded]
Share on Google Plus
    Komentar Google
    Komentar Facebook