Nu’man Abdul Hakim Pilih Dede-Asep Karena Anak Saleh

TASIKMALAYA - Gonjang ganjing dukungan DPC PPP Kota Tasikmalaya Kubu Djan Faridz tuntas sudah. Pada Konsolidasi PPP di GOR Dadaha, Selasa (6/12/2016), mulai dari DPC, DPW dan DPP meneguhkan kembali dukungannya kepada Dede-Asep.
Wakil Ketua Umum DPP PPP Djan Faridz, Nu’man Abdul Hakim menegaskan langsung dukungan tersebut dihadapan sekira 2500 massa PPP dan tokoh PPP di Kota Tasikmalaya.
“Waktu Pilkada 2007, saya berdebat dengan Pak Tatang, kenapa mendukung Dede dengan Syarif. Sementara saya tetap ke Budi karena diusung PPP. Begitupun di Pilkada 2012 saya tetap ke Budi karena PPP juga yang kebetulan dipasangkan dengan Dede. Nah sekarang saya tidak ke Budi, tapi ke Dede. Kenapa? Sekarang terjawab sudah. Dede Sudrajat memang anak yang saleh, anak yang paham agama sehingga cocok memimpin Kota Tasik,” kata Nu’man selepas orasi politik.
Menurut Mantan Cawagub di Pilgub Jabar 2008 ini, kesimpulan dari perdebatan dengan mantan Sekretarisnya, Tatang Farhanul Hakim (TFH) saat menjabat Ketua DPW PPP Jabar, terjawab di Pilkada 2017. Sangat pantas dan layak Dede Sudrajat menjadi Wali Kota Tasikmalaya karena karakternya cocok dengan kultur Tasikmalaya.
“Karena dia anak saleh. Anak yang tahu agama, paham agama yang menjelma dalam kesehariannya. Maka Dede-Asep sangat cocok memimpin,” ujarnya.
Untuk itu, Nu’man sendiri yang akan mengkonsolidir PPP agar menyatukan suara memenangkan Dede-Asep.
“Hari ini saya tegaskan, Menkumham tak banding. PPP yang sah Djan Faridz. Nanti kita bikin surat peringatan kepada Fraksi PPP di DPRD Kota Tasikmalaya, apakah mau ke Dede atau Budi. Kalau ke Budi tentu akan ada sanksi,” tuturnya.
Nu’man pun berpesan agar Dede Sudrajat dan Asep Hidayat bisa menekan angka kemiskinan di Kota Tasikmalaya. Pasalnya tujuan akhir pembangunan apapun bagaimana masyakaratnya sejahtera, bebas dari kemiskinan. [kapol/ded]
Share on Google Plus
    Komentar Google
    Komentar Facebook