Demokrat Bekali Paslon yang Ikut Pilkada 2017 dengan Fakta Integritas Anti Korupsi

CIMAHI – 97 pasangan calon Wali Kota dan Gubernur yang diusung Partai Demokrak menandatangi fakta integrasi untuk tidak terlibat korupsi. Bahkan, jika terbukti, pasangan tersebut harus bersedia mundur dari pencalonan.
”Sebab, adanya korupsi sebagai penghianatan terhadap masyarakat.,“ ucap Sekretaris Jendral Partai  Demokrat Hinca IP Panjaitan, akhir pekan lalu.
Hinca mengungkapkan,  Pasangan Hadah – Irma di Kota Cimahi ditarget untuk menang. Bahkan ditargetkan, pasangan tersebut mendapatkan dukungan sebanyak 25 ribu orang pemilih.
Bahkan, untuk pemenangan tersebut, partai yang diketuai oleh Sosilo Bambang Yudhoyono itu, akan mengerahkan berbagai kepengurusan partai. Mulai dari pengurus ranting, pengurus kota bahkan dan pengurus propinsi Jawa Barat.
”Kami telah membentuk Badan Kepedulian Organisasi (BKO) yang beranggota DPR RI Agung Budi Santoso dan Iwan Sulanjana Ketua DPD Propinsi Jawa Barat untuk memenangkan  Pilkada Kota Cimahi. Kami yakin seratus persen, andaikan tidak yakin untuk apa kami maju,” ucapnya.
Sebelumnya, Ketua DPD Propinsi Jabar bersama dengan Sekjen PD dampingi Hadad- Irma blusukan di Pasar Antri Cimahi.  Disamping memperkenalkan pasangan yang disung, Hinca IP Panjaitan menyoroti kurangnya tempat sampah yang ada di pasar Antri.
”Tugas Walikota baru Asep Hadad dan Wakilnya Irma, kalau nanti terpilih  membuat pasar Antri ini nyaman bagi pembeli dan penjual,” Tutur Hinca
Lebih lanjut Hinca menjelaskan,  mengingat Cimahi Kota merupakan kota kecil dengan tiga kecamatan, maka seluruh pintu pintu warga di Kota ini akan diketuk. Lalu, disapa dari pintu ke pintu agar lebih  mengenal program dan visi misi Pasangan Hadir.
Sedangkan Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat Iwan Sulanjana mengungkapkan, Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD)  Jawa Barat terdapat 12 anggota dewan. Semua itu akan dibagi tiga. Di mana empat anggota DPRD Jabar membantu ke Bekasi, empat orang lainnya membantu di wilayah Kota Tasik dan sisanya ke Kota Cimahi.
”Cimahi akan jadi pertaruhan Politik Demokrat. Nama besar SBY dan Prabowo akan dipertaruhkan,” pungkasnya. [be/ded]
Share on Google Plus
    Komentar Google
    Komentar Facebook