Pengurus dan Legislator Demokrat se-Jabar Ikuti Sekolah Anti Korupsi

BANDUNG - Partai Demokrat menggelar Sekolah Anti Korupsi Angkatan V, Pengenalan dan pemahaman gratifikasi dalam upaya mengunci pintu masuk korupsi di partai politik yang diikuti oleh 175 peserta di Hotel Horison, Kota Bandung, Sabtu, 22 Oktober 2016. Peserta berasal dari anggota  DPRD Jabar, DPRD Kab/Kota seluruh Jabar, pengurus DPD Partai Demokrat Jabar, dan Ketua DPC Partai Demokrat se-Jabar.

Ketua DPD Partai Demokrat Jabar, Iwan Sulandjana menuturkan, sekolah anti korupsi tersebut merupakan kali pertama untuk Jabar. Namun untuk tingkat nasional, sekolah anti korupsi yang kelima.

Pada sekolah tersebut, pihaknya ingin menunjukan kepada rakyat bahwa Partai Demokrat itu anti korupsi dan bukan hanya sekedar jargon.‎ Partainya ingin menjalankan pencegahan korupsi dengan benar.

"Kalau ada kader begitu (korupsi) ya tindak. Memang iklan anti korupsi 2009, kader-kadernya terkena hukuman karena korupsi. Biarlah itu oknum, yang penting sekarang kami tetap konsisten terhadap anti korupsi,"ujar dia.

Melalui sekolah anti korupsi tersebut, kader Demokrat harus mempelajari soal anti korupsi dengan harapan kedepan mencegah dan mengurangi.

"Jadi kalau jadi pejabat anda kan sudah tahu. Mana suap mana gratifikasi. Contoh kasus di Madiun (tertangkap karena korupsi), ternyata belum sekolah anti korupsi,"ujar dia.

Jemmy Setiawan, Ketua DPP Bidang Anti Korupsi menuturkan, sekolah tersebut pertama dilaksanakan di Jakarta sebanyak dua kali, sekali di Yogyakarta, sekali di NTB dan saat ini di Jabar. Selanjutnya sekolah akan diselenggarakan di Sumatera.

"Kami bisa dikatakan satu-satunya partai yang memiliki divisi anti korupsi dan pemberantasan mafia hukum. Biar kami sempat dicap partai terkorup tapi ternyata itu salah dari sisi jumlah dan nilai itu kecil,"ucap dia. [pr/ded]
Share on Google Plus
    Komentar Google
    Komentar Facebook