Partai Demokrat Garut Temukan Rendahnya Penyerapan Anggaran DAK

GARUT - Partai Demokrat Garut menemukan rendahnya realisasi penyerapan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK). Hingga Oktober 2016, baru bisa terserap pada termen pertama.
Hal itu dibenarkan Ketua DPC Partai Demokrat Garut, Ahmad Bajuri. Menurut dia, proses pencairan DAK selama satu tahun anggaran yakni empat termen. Bantuan pemerintah pusat itu dialokasikan untuk sarana infrastruktur, pendidikan, kesehatan dan perekonomian.
“Prihatin, memasuki triwulan ke-4 penyerapan DAK masih sangat rendah,” ujar Bajuri yang juga mantan Ketua DPRD Garut periode 2009-2014, Jumat (21/10/2016).
Pencairannya itu sendiri berdasarkan hasil laporan penggunaan anggaran Pemda. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut berpacu dengan waktu. Hanya dengan kurun waktu dua bulan tentunya harus bisa mencairkan  termen ke-2, 3 dan 4.
“Saya tidak tahu persis dimana kendalanya hingga mengalami keterlambatan pencairan,” sebut mantan Sekjen Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia (ADKASI) yang satu ini.
Bajuri khawatir, pascabanjir bandang, Selasa (20/9/2016) silam terjadi double pengalokasian anggaran pembangunan sarana infrastruktur terdampak bencana alam.
Lalu terkait kebijakan pemerintah pusat perpanjangan waktu 50 hari pascabulan Desember, peruntukannya khusus pos dalam kondisi-kondisi tertentu. Oleh karenanya, Pemda Garut mesti membuat skedul (rencana) tentang manajemen pengelolaan keuangan.
“Akan lebih baik tepat waktu penggunaan anggarannya. Artinya, Pemda jangan tergantung pada perpanjangan waktu karena akan cepat terasa manfaat dan pergerakan perekonomiannya,” tegas Bajuri. [fj/ded]
Share on Google Plus
    Komentar Google
    Komentar Facebook