Herlas: BUMD yang Tak Berikan Deviden kepada Pemda Harus Dievaluasi


BANDUNG - Pemprov Jabar harusnya segera melakukan evaluasi terhadap PT Agronesia. Pasalnya, BUMD pemprov ini terus menerus merugi sejak 2012. 

"Jangan dulu bicara penyertaan modal kalau belum dievaluasi. Kami tentunya,  akan terus mendorong perbaikan di internal BUMD, mungkin ada yang salah," kata Herlas kepada RMOLJabar, di Bandung, Jumat (22/7).

"Seluruh BUMD yang tak bisa memberikan deviden kepada Pemda juga harus dievaluasi," tambah dia.

Dikatakannya, Agronesia sebagai salah satu BUMD milik Provinsi Jawa Barat yang memiliki beberapa divisi, yakni divisi Industri Teknik Karet (INKABA), divisi Makanan dan Minuman (BMC), divisi Industri Es (SARIPETOJO). ‎

"Seperti BMC itu kan memiliki restoran, kita tahu bisnis kuliner di Bandung itu pertumbuhannya cukup pesat. Masalahnya pengelola BMC itu punya passion bisnis yang bagus atau tidak. Kalau memang punya, saya yakin akan bisa eksis. Selain itu, BMC juga bisnis air kemasan, itu kan juga menguntungkan," ungkapnya.

Menurut Herlas, dalam bisnis sebenarnya kerugian merupakan hal biasa, tetapi bila terjadi terus menerus tentu harus dilakukan evaluasi, baik dari segi manajemen atau strategi bisnisnya. Setelah diketahui permasalahannya, dicari solusinya dan kemudian didorong untuk direvitalisasi.

Politisi Partai Demokrat ini juga mengungkapkan, Agronesia juga bergerak di bidang teknik karet yang berhubungan dengan industri yang berpotensi menguntungkan seperti juga bisnis makanan dan minuman. 

"Kalau bertahun-tahun dibiarkan tanpa dievaluasi harus dipertanyakan juga, tetapi menurut saya tak ada kata terlambat untuk melakukan evaluasi," tandas ketua fraksi ini. [rmol/ded]
Share on Google Plus
    Komentar Google
    Komentar Facebook