Tingkatkan Kinerja TPID, Asep Wahyuwijaya: Tindak Tegas Oknum Spekulan

BANDUNG - DPRD Jawa Barat meminta peran Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Jabar lebih ditingkatkan lagi. Hal ini penting untuk mencegah kenaikkan harga barang pokok setiap saatnya.
Sekretaris Komisi II DPRD Jabar, Asep Wahyuwijaya, mengatakan, jelang puasa dan lebaran ini menjadi momentum yang tepat bagi oknum untuk menaikkan harga. Ini harus diantisipasi TPID maupun aparat lainnya.
"Jika dibiarkan, ini akan merugikan masyarakat," kata Asep di Bandung, Selasa (31/5). Dia menyebut, saat ini sejumlah barang kebutuhan masyarakat sudah mulai merangkak naik.
Menurutnya, harga daging ayam, sapi, telur, hingga gula sudah melonjak dibanding biasanya. Selama ini, kata Asep, pemerintah tidak bisa berbuat banyak untuk menurunkan harga tersebut secara langsung.
Para spekulan yang menaikkan harga tersebut terkesan dibiarkan tanpa tindakan tegas. "Kita tidak bisa apa-apa. Apalagi kalau kita katakan jujur, DPRD hanya bisa mem-back up, mendesak pemerintah supaya ke depan," katanya.
Oleh karena itu, Asep meminta kinerja TPID lebih ditingkatkan lagi. "Tata niaga ini memang harus diperbaiki," pungkasnya.
Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar mengatakan, aparat penegak hukum harus berani mengambil tindakan terhadap para spekulan dan oknum pedagang yang menaikkan maupun menimbun.
Menurutnya, aturan tata niaga di Tanah Air sudah jelas untuk mencegah kenaikkan harga secara sepihak. "Aturannya sudah bagus, sudah jelas dilarang. Tinggal bagaimana penegakkannya," kata Deddy di Gedung Sate, Bandung, kemarin.
Lebih lanjut Deddy mengimbau masyarakat agar tidak panik dalam menghadapi kenaikkan ini. Terlebih, kata Deddy, Pemerintah Provinsi Jabar akan melakukan operasi pasar murah (OPM) untuk menekan kenaikkan harga.

"Jangan panic buying. Insha Alloh stok barang ada, enggak usah ketakutan terus nimbun," pungkasnya. [dprd/ded]
Share on Google Plus
    Komentar Google
    Komentar Facebook