Herman Khaeron: Sarjana Harus Terlibat Kembangkan Pertanian

BANDUNG - Petani Tanah Air saat ini masih berperan sebagai mesin pencetak hasil pertanian saja. Maka generasi muda, terutama yang menempuh pendidikan di bidang pertanian dan ilmu sosial terkait, harus mengembangkan sektor pertanian lebih dari sekadar produksi.

‘’Sarjana sosial ekonomi, pertanian, harus mau kembali atau terlibat di sektor pertanian secara langsung. Tantangannya, mengembangkan aspek-aspek penting selain produksi, seperti distribusi, pemasaran, dan lain-lain,’’ kata Ir Herman Khaeron, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat. Herman, berbicara dalam Seminar Nasional Prospek Agribisnis di Era Masyarakat Ekonomi Asean yang diselenggarakan Perhimpunan Organisasi Profesi Mahasiswa Sosial Ekonomi Pertanian) di Universitas Padjajaran Pada (23/5/2016).

Seminar ini, antara lain bertujuan mempersiapkan agribisnis dan individu yang terkait didalamnya untuk menghadapi MEA. Herman mengungkapkan permasalahan-permasalahan seperti benih yang masih kurang, baik jagung maupun padi. Kemudian, juga terkait pengembangan agribisnis lokal yang berjalan lambat akibat terlalu fokus pada off farm yang memiliki nilai tambah terbesar sehingga keuntungan menjadi tidak optimal.

Seminar ini, dihadiri mahasiswa sosial ekonomi pertanian se-Indonesia, mahasiswa umum, akademisi, pemerintah dan masyarakat uumum. Selain Hero—sapaan Herman Khaeron—pembicara lain adalah Dr Ir Teddy Rachmat Muliand, MM (Ketua Kelembagaan dan Ketenagaan Pendidikan), Ir H Didi Apriadi,M.Ak (Staf Ahli Menteri Perindustrian) dan Wirawan Winarto, Vice President Operations PT Lion Super Indo. [fpd/ded]
Share on Google Plus
    Komentar Google
    Komentar Facebook