Isi Penataran Kader PD, Hatta: 10 Tahun Era SBY Adalah Golden Decade


BOGOR - Penataran bagi 250 kader Partai Demokrat (PD) memasuki hari kedua. Meski tidak dijadwalkan menjadi pengisi materi, Ketum PD Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memantau langsung jalannya penataran.

Materi pertama bagi 250 kader PD hari ini diisi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa di Novotel Hotel, Bogor, Selasa (29/3/2016). SBY tiba sejak awal pelajaran dimulai.

Ada yang menarik dari pendidikan kader ini. Bagi yang terlambat memasuki ruangan, kader harus duduk di kursi khusus yang berada di depan. Sebutannya adalah kursi orang penting.

Dalam sesi pertama, ada 2 orang yang terlambat dan langsung duduk di kursi 'panas' itu. Mereka adalah Wasekjen Rachlan Nasidik dan perwakilan dari DPC, Triana.

Walau pun terlambat, keduanya justru mendapat pujian. Sebab, ada beberapa kader lain yang terlambat masuk namun tidak mau untuk sportif dengan duduk di kursi orang penting itu.


Untuk menghargai konsistensi dua kader yang datang terlambat itu, SBY beranjak dari kusinya dan memilih untuk duduk di sebelah mereka. Bahkan Presiden RI ke-6 itu memberi pujian disambut tepuk tangan meriah dari peserta pendidikan. 


"Ini yang duduk di depan jadi dapat nilai lebih nih saya duduk di sini," ujar SBY.

Materi pertama untuk peserta didik PD hari ini adalah tentang dinamika, tantangan dan pengelolaan perekomian nasional. SBY terlihat serius mendengarkan pemaparan yang disampaikan Hatta Rajasa.

Beberapa materi yang disampaikan seputar kebijakan pemerintah di era Kabinet Indonesia Bersatu. Salah satunya adalah Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3I) yang menjadi dasar pembangunan ekonomi saat pemerintahan SBY.

"Presiden SBY menginstruksikan untuk mempercepat pengurangan kemiskinan melalui program masterplan (MP3I). Sepuluh tahun pemerintahan SBY disebutkan oleh WEF sebagai the Golden Decade," ujar Hatta dalam pemaparannya.

Disebutkan oleh mantan Ketum PAN itu, 10 tahun pemerintahan SBY telah menempatkan Indonesia sebagai Regional Power dan Global Player. Itu diakui oleh negara-negara tetangga, khususnya G-20.

"Ini bukan kata-kata saya, itu kata-kata data. Kita dihargai betul di G-20. Walau tentu saja ada yang belum kita capai. Tapi itulah esensi dari sebuah pembangunan yang berkesinambungan," kata Hatta.

Pemberian materi pelajaran hari ini juga akan diisi oleh mantan Menparseni dan Ekonomi Kreatif Marie Elka P, Menkop dan UKM Syarief Hasan, dan sejumlah menteri era KIB lainnya. Ada yang berlangsung terbuka, dan ada sesi yang tertutup.

Di akhir sesi pertama, dua orang yang duduk di kursi mendapat apresiasi dari peserta lainnya. Tepuk tangan mengalir untuk sportivitas kedua kader PD itu.

"Kita beri applause, karena wasekjen dan Ibu Triana mau sportif, mau duduk di depan tanpa disuruh. bagi yang telat tapi tidak mau duduk di depan, mohon maaf kita anggap tidak hadir dalam sesi ini dan akan mempengaruhi penilaian," tutur ketua OC pelatihan kader PD, Doedie Gambiro. [detik/ded]
Share on Google Plus
    Komentar Google
    Komentar Facebook