Marwan-Adjo Siap Dorong Pemekaran & Tingkatkan Pelayanan Publik

SUKABUMI - Agar perkembangan pembangunan di Kabupaten Sukabumi berjalan cepat, pihaknya konsisten akan terus mendorong terjadinya pemekaran atau Pembentukan Daerah Otonomi Baru Kabupaten Sukabumi Utara (DOB-KSU). Terlebih, kini pemekaran sudah di tangan DPR RI dan sudah melalui tahapan penggodokan.

“Sejalan dengan terbentuknya DOB KSU, kantor pelayanan publik akan tersentralkan di ibukota Kabupaten Sukabumi, Palabuhanratu. Saat ini memang kantor pelayanan publik masih berceceran. Untuk merealisasikan harapan masyarakat mengenai pelayanan cepat, tentunya kita akan memaksimalkan pelayanan publik baik di tingkat kecamatan hingga ke tingkat desa,” tutur Adjo yang merupakan mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi ini saat memberikan penjelasan dalam diskusi redaksi di Ruang Rapat Redaksi Lantai 3 Graha Pena Radar Sukabumi, Jalan Selabintana KM 3,5 Panjalu, Sukabumi, selasa (6/10)..

Hal ini tentunya akan ditopang dengan peningkatan Anggaran Dana Desa (ADD) yang bakal digelontorkan Pemerintah Kabupaten Sukabumi.

Bukan hanya itu, perhatian Marwan Hamami sebagai pengusaha dan politisi yang dinilai tegas dan pemberani bersama Adjo Sardjono yang juga dinilai sebagai birokrat bersih dan teliti ini juga akan dirasakan oleh pemerintah di tingkat RT dan RW. Lantaran, dengan rencana ditingkatkannya porsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) berikut mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga 15 persen di tahun 2016, ini bisa merealisasikan segudang program yang digulirkannya. Selain dengan APBD, pasangan yang memiliki tagline ‘Sukabumi Lebih Baik’ ini juga akan konsisten mendorong program pemerintah pusat dan provinsi.

“Selain itu, kita juga akan memaksimalkan CSR (Corporate Social Responsibility) perusahaan bagi kemakmuran masyarakat di lingkungan perusahaan,” tambahnya.

Ia juga membahas soal pelayanan kesehatan, pendidikan, pembangunan infrastruktur, ketenagakerjaan, agama, budaya, wisata, pemuda dan olahraga.

Soal pelayanan kesehatan, Adjo akan lebih mengoptimalkan sarana dan prasarana hingga pemenuhan kebutuhan medis dan paramedis di puskesmas. Sehingga, masyarakat yang ingin mendapatkan pelayanan kesehatan tidak harus selalu dirujuk ke rumah sakit.

“Kita sudah persiapkan semua program untuk meningkatkan pelayanan publik termasuk kesehatan dan reformasi birokrasi,” tukasnya. [fokusjabar/rhm]
Share on Google Plus
    Komentar Google
    Komentar Facebook