Demokrat Pertanyakan Keseriusan Pemerintah Tangani Kebakaran Hutan


JAKARTA - Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Didi Irawadi Syamsudin, mempertanyakan keseriusan Pemerintah dalam menangani kebakaran hutan yang terjadi di wilayah Sumatera dan Kalimantan. 

Menurut Didi, langkah pemerintah kurang terlihat dalam penanganan masalah ini. Didi menuturkan, ribuan warga di wilayah Sumatera dan Kalimantan telah mengidap infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat menghirup asap kebakaran hutan. 

Ia ingin pemerintah juga memperhatikan masyarakat yang menjadi korban itu. "Asap sudah memakan korban, di mana pemerintah? Saya meyakini banyak lagi korban-korban yang tidak terpantau," kata Didi melalui pesan singkat, Minggu (4/10/2015). 

Didi juga menyesalkan dampak kebakaran hutan yang menimbulkan kerusakan yang luar biasa. Ia berharap pemerintah menyadari itu dan menyiapkan langkah terobosan untuk memperbaiki lingkungan di lokasi kebakaran.

"Perlahan tetapi pasti alam dan hutan kian terancam. Pemerintah punya tanggung jawab besar akan nasib bangsa, alam dan lingkungan ke depan," ujarnya. 

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menyatakan bahwa pemerintah saat ini terus mengupayakan penanganan kebakaran hutan di wilayah Sumatera serta Kalimantan. 

Sutopo menyatakan ini untuk menepis tudingan Pemerintah tidak memperhatikan masalah di daerah. 

Sutopo menjelaskan, untuk penanganan bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sumatera serta Kalimantan, BNPB menyediakan dana Rp 385 miliar. Anggaran itu akan ditambah jika diperlukan dan berasal dari dana siap pakai BNPB. 

Untuk pemadaman api di hutan Sumatera dan Kalimantan, BNPB mengerahkan 17 helikopter water bombing. Helikopter tersebut disebar di Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur. 

Selain helikopter itu, BNPB bersama BPPT juga mengerahkan 4 pesawat Cassa 212 di Riau sejak 6 Juni 2015. Pesawat itu telah menaburkan 125 ton garam ke awan untuk menciptakan hujan buatan.

Pesawat Cassa 212-200 juga ditempatkan di Sumatera Selatan sejak 12 Juli 2015 dan telah menaburkan 37 ton garam untuk menciptakan hujan buatan. Di Kalimantan Barat, pesawat Cassa 212 juga menaburkan 22 ton garam untuk hujan buatan. 

Dana operasional yang dikeluarkan BNPB untuk aktivasi posko dan personel di 6 provinsi mencapai Rp 21 miliar. Terdapat 2.909 personel gabungan, termasuk dari TNI/Polri, yang diterjunkan memadamkan api melalui darat.

"Jadi, kalau dibilang pemerintah pusat kurang perhatian, semua biaya bantuan itu dari pusat," pungkas Sutopo. [kompas/rhm]
Share on Google Plus
    Komentar Google
    Komentar Facebook