Politisi Demokrat Kota Bekasi Desak Penuntasan Kasus Asusila

BEKASI - Politisi Partai Demokrat, Ronny Hermawan mengecam tindakan kasus asusila kepada CV (15) yang dilakukan oleh oknum pendeta GPPS Filadelfia, Durenjaya, Bekasi Timur, Djoko Martanto(57).
Anggota Komisi D DPRD Kota Bekasi ini pun mengundang korban beserta keluarga, Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Pengaduan dan Advokasi, Rury Arif Rianto, dan juga pihak perwakilan gereja beserta Ketua Majelis Persatuan Gereja Pantekosta Daerah Surabaya, Pendeta Dr. Djuly Ardianto, MA. MTh.
Dalam kesempatan tersebut, Ronny Hermawan mengaku sangat menyesalkan dan mengutuk perbuatan asusila yang terjadi di lingkungan keagamaan yang semestinya bisa menjadi panutan dan bimbingan bagi jemaatnya.
“Saya berharap persoalan ini segera cepat selesai jangan sampai berlarut-larut, sehingga tidak berkembang opini yang tidak baik, apalagi ini menyangkut dan berbau agama. Itu dikarenakan sipelaku kebetulan seorang pendeta,” katanya.
Wakil Ketua DPC Demokrat sangat mendukung sekaligus mengapresiasi kinerja KPAI yang cepat merespon dan tanggap terhadap kasus tersebut. Untuk itu, dirinya berharap kepada KPAI agar tetap memberikan pendampingan dan mengawal persoalan ini hingga tuntas.
Begitu juga kepada pihak Kepolisian agar segera menanggapi laporan korban. “Sekali lagi, kita berharap persoalan ini dapat berjalan dan ditangani supaya tidak berkembang dan menjadi polemik berkepanjangan yang ujungnya nanti bisa membawa efek dan citra buruk,” ulasnya.
Ronny juga mengapresiasi pihak persatuan Gereja Pantekosta yang berpusat di Surabaya yang juga cepat menanggapi dan merespon dan bersama-sama ikut mendorong agar kasus ini bisa segera selesai. “Kita juga nggak mau berlarut-larut, apalagi persoalan ini sudah menjadi perhatian publik dan tentunya publik juga bertanya-tanya dan menunggu perkembangan kasus ini,” tutupnya.
Lebih jauh kata dia, dirinya meminta kepada pihak gereja supaya langsung mengambil sikap dan tindakan tegas terhadap oknum pendeta yang melakukan tindakan asusila.
Bahkan dirinya akan menghubungi pihak Kepolisian untuk segera menuntaskan kasus tersebut, sehingga tidak berlarut-larut. “Harus ditindak tegas, saya akan segera hubungi Kapolres agar segera mengusut kasus ini hingga tuntas,” tandasnya.
Mengenai psikologi korban, Ronny mengajak peran serta keluarga, KPAI dan pemerintah untuk senantiasa membantu pemulihan rasa traumatik korban usai kerjadian tersebut.
“Yang kita fikirkan saat ini adalah korban, jangan sampai belum ditangkapnya pelaku dan tuntas kasus ini dapat membuat kecemasan sendiri psikologi korban,” ungkapnya. [pojoksatu/rhm]
Share on Google Plus
    Komentar Google
    Komentar Facebook