Pilkada Pangandaran, Jihad Siapkan Kartu Istimewa untuk Rakyat Miskin

PANGANDARAN - Calon Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, menegaskan, dalam program percepatan penanggulangan kemisikinan, salah satunya sebagai upaya meringankan beban hidup rakyat miskin, pihaknya berencana akan membuat sebuah kartu istimewa apabila hasil dari Pilkada Serentak Desember mendatang ditakdirkan memimpin Kabupaten Pangandaran.
Dengan kartu itu, lanjut Jeje, rakyat miskin di Kabupaten Pangandaran nantinya akan mendapat pelayanan kesehatan, pendidikan, raskin (beras miskin) yang diperoleh secara gratis, termasuk mendapat bantuan usaha ekonomi dan pelatihan usaha maupun keterampilan.
“Nama kartu istimewa ini belum bisa kita sampaikan sekarang. Nanti pada saatnya kita akan perkenalkan langsung kepada masyarakat. Yang pasti, tujuan dari program ini, yakni ingin mengangkat derajat hidup rakyat miskin di Kabupaten Pangandaran,” katanya, saat berbincang dengan HR Online, belum lama ini.
Menurut Jeje, dalam teknis realisasi program percepatan penanggulangan kemisikinan, pihaknya akan langsung membentuk kantor Unit Percepatan Penaggulangan Kemiskinan. Hal itu agar program kemiskinan lebih terarah dan tepat sasaran.
Sebelum melakukan aksi penanggulangan kemiskinan, kata Jeje, pihaknya akan mendata masyarakat miskin melalui program system by name by address. Langkah itu, lanjut dia, untuk mengetahui secara riil berapa jumlah rakyat miskin, mengetahui berapa rata-rata penghasilan perbulan rakyat miskin dan untuk mengetahui kondisi lainnya terkait kehidupan ekonomi rakyat miskin di Kabupaten Pangandaran.“Kalau di Ciamis, saya hanya membentuk lembaga yang dimana gabungan dari berbagai OPD. Tetapi di Pangandaran, saya akan langsung bentuk kantor yang dipimpin oleh pejabat setingkat eselon III,”kata mantan Wakil Bupati Ciamis ini.
Apabila hasil pendataan sudah selesai, terang Jeje, nantinya data masyarakat miskin di Kabupaten Pangandaran hanya ada satu data. “Dalam teknis pendataan nanti, kami akan undang semua pihak untuk bersama-sama merumuskan indikator kemiskinan. Setelah itu disepakati, baru kita melakukan survey data masyarakat miskin di Kabupaten Pangandaran,” katanya.
Dari hasil survey itu, terang Jeje, nanti akan menghasilkan data lengkap mulai dari identitas keluarga, alamat, foto rumah dan lainnnya. “ Setelah semuanya terdata, kemudian masuk dalam satu system data warga miskin. Nantinya, data itu harus disepakati bersama mulai dari RT hingga kabupaten,” ujarnya.
Apabila pendataan sudah fix, sambung Jeje, baru Pemkab Pangandaran mengucurkan bantuan kepada sasaran warga miskin yang sudah terdata dan memiliki kartu.
“Pada program pendidikan gratis, kita pun akan menggulirkan program bea siswa gratis untuk melanjutkan ke perguruan tinggi yang diperuntukan bagi siswa SMA/SMK yang berprestasi,” katanya.
Jeje pun yakin program penanggulangan kemiskinan di Pangandaran akan cepat membuahkan hasil, karena banyak potensi yang mendukung. [hr/rhm]
Share on Google Plus
    Komentar Google
    Komentar Facebook