Legislator Demokrat Dukung Pemekaran DOB Bogor Timur

BOGOR - Pemekaran wilayah Bogor Timur menjadi daerah otonomi baru (DOB) mendapat dukungan dari anggota DPRD Kabupaten Bogor yang berasal dari wilayah tersebut dari partai demokrat yang juga pernah menjabat sebagai ketua DPRD Kabupaten Bogor, H. Moch. Hanafi.

"Selama tujuan dari pembentukan berdirinya DOB Bogor Timur adalah dalam rangka percepatan pembangunan, saya sangat setuju dan mendukung upaya tersebut, seperti contohnya Kota Depok, setelah jadi sebelumnya jadi Kotib dan sekarang menjadi pemerintahan kota sendiri pembangunan dan perkembangan wilayah di sana begitu pesat," ujar Hanafi.

Namun, kata Hanafi, bukan karena ada tujuan politik kelompok tertentu atau karena ketidak puasan terhadap pemerataan pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah daerah Kabupaten Bogor sebagai wilayah induk. "karena selama ini pemerataan dan keadilan dalam pembangunan sudah dilakukan oleh Pemkab Bogor, jadi tujuan kita harus karena dilandasi karena ingin adanya percepatan pembangunan di Bogor Timur," ujarnya.

Hanafi berharap, pembentukan DOB Bogor Timur melibatkan semua unsur seperti tokoh masyarakat, kalangan cendikia, ulama, maupun kalangan profesional untuk duduk bersama merumuskan konsep pementukan wilayah yeng jelas dan terarah.

"Pembentukan DOB baru itu harus melalui konsep dan kajian serta membutuhkan anggaran, maka harus melibatkan semua pihak karena ada tahapan-tahapan dan proses yang harus kita tempuh," jelas Hanafi.

Sementara, tokoh pemuda Bogor Timur, Arifuddin mengatakan, presidium pembentukan Bogor Timur jangan hanya jadi alat untuk mencari duit  dan seperti pembentukan ormas yang membentuk ranting-ranting sampai ke desa-desa.

"Pembentukan presidium pemekaran itu bukan seperti bikin ormas dengan melibatkan banyak orang sampai membentuk ranting hingga ke desa-desa. Pemekaran itu butuh potensi putra-putra daerah yang punya ide dan gagasan yang mumpuni. Presidium yang digagas oleh mantan camat Cileungsi Beben Suhendar itu harus dibubarkan, dan saya tantang dia untyk adu konsep pemekaran, jangan bikin ngaco dan menunggangi konsep pemekaran dengan kepentingan pribadi," tegas Arifuddin. [detakbogor/rhm]
Share on Google Plus
    Komentar Google
    Komentar Facebook