HUT PD ke-14, DPP Gelar Diskusi Nasional untuk Mencari Pimpinan Terbaik di KPK

JAKARTA - Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat (DPP-PD) menggelar diskusi nasional bertema “Mencari Sosok Ideal Pimpinan KPK” di D’Consulate, Epicentrum Walk, Kuningan, Jakarta, Selasa (15/9). Diskusi nasional, yang masih dalam rangkaian peringatan HUT ke-14 Partai Demokrat, diselenggarakan terkait dikirimkannya delapan nama calon pimpinan (capim) KPK, yang telah lolos seleksi, untuk diuji kelayakan dan kepatutan oleh DPR.
Kedelapan nama capim yang diajukan Presiden Jokowi ke DPR adalah Saut Situmorang, Surya Tjandra, Alexander Marwata, Brigjen (Pol) Basaria Panjaitan, Agus Rahardjo, Sujanarko, Johan Budi, dan Laode Muhammad Syarif. Kedelapan nama capim KPK tersebut menyusul dua nama capim KPK yang telah diajukan ke DPR oleh Pemerintahan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, sebelumnya, Busyro Muqqodas dan Robby Arya Brata.
“Ini adalah diskusi pertama, setelah Rapat Pleno Pengurus Pusat Partai Demokrat digelar di Cipanas, Jawa Barat, akhir Agustus 2015 lalu. Diskusi nasional ini menunjukkan Partai Demokrat terus menghidupkan mesinnya dan langsung tancap gas untuk menunjukkan kepedulian pada masyarakat,” demikian disampaikan Sekretaris Jenderal DPP-PD Dr Hinca Pandjaitan saat membuka diskusi nasional tersebut.
Hinca menjelaskan, diskusi nasional ini sangat penting untuk pemberantasan korupsi di Indonesia. Kabar yang ia terima, saat ini, delapan nama capim KPK telah diserahkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk dibahas dan segera diuji oleh DPR.
“’Bola’ sudah ditendang ke DPR. Saya berharap diskusi ini mengkaji dan membahas secara mendalam terkait para capim KPK,” ujar Hinca Padjaitan.
Hinca menegaskan, penyelanggaraan diskusi nasional karena Partai Demokrat membuka ruang selebar-lebarnya membahas persoalan ini. Partai Demokrat ingin menggali dan mencermati siapa dari calon-calon terbaik untuk memimpin KPK.
“Diskusi ini juga untuk mengimbangi peran DPR-RI untuk memilih capim KPK. Ini masukan hebat untuk DPR terutama Komisi III,” Hinca Pandjaitan menjabarkan.
Sebelumnya Ketua Departemen Urusan Khusus Komisi Pemberantasan Korupsi DPP-PD Jemmy Setiawan menjelaskan, digelarnya diskusi nasional bertema “Mencari Sosok Ideal Pimpinan KPK” karena korupsi adalah kejahatan yang kronis di negara ini.
Bagi Partai Demokrat, kejahatan korupsi adalah kejahatan yang harus diakhiri. Apalagi Partai Demokrat pernah menjadi partai terbesar pada Pemilu 2009 karena pemerintahan kader terbaiknya, Presiden RI ke-6 Susilo, berhasil memberantas korupsi. Sebaliknya pada Pemilu 2014, Partai Demokrat sempat jatuh karena ulah sebagian oknum kader yang terlibat kasus korupsi.
“Partai Demokrat menggelar diskusi nasional ini agar kita semua bisa mencari formula terbaik untuk pemberantasan korupsi di negeri ini. Tentunya, hal itu bisa dimulai dari siapa tokoh yang layak menjadi pimpinan di KPK,” Jemmy Setiawan menegaskan.
Narasumber dalam diskusi tersebut adalah Anggota Pansel Capim KPK Betti Alisjahbana, Sekretaris FPD DPR-RI sekaligus Anggota Komisi III DPR-RI, Didik Mukrianto, dan Direktur Pukat (Pusat Kajian anti-Korupsi) UGM Zainal Arifin Muchtar. Hadir juga tiga penanggap diskusi yakni Wakil Sekjen Partai Demokrat Rachland Nashidik, Ketua Departemen Urusan Pers dan Media DPP-PD Dr Kastorius Sinaga, Ketua Departemen Urusan Dewan Perwakilan Daerah DPP-PD Dr Ulil Abshar Abdalla. Bertindak sebagai moderator, Sekretaris Departemen Urusan DPR DPP-PD Jansen Sitindaon.
Hadir dalam diskusi nasional tersebut para Pengurus Pusat Partai Demokrat antara lain Wakil Ketua Umum DPP-PD M Jafar Hafsah, Wakil Sekjen DPP-PD Didi Irawadi Syamsuddin, Ketua Divisi Komunikasi Publik DPP-PD Imelda Sari, Ketua Departemen Urusan Ormas dan LSM DPP-PD Deddy Afriadi, Wakil Bendahara Umum DPP-PD Edwin Tandjung, Wakil Direktur Eksekutif DPP-PD Daisy M Silano, Sekretaris Divisi Komunikasi Publik DPP-PD Hilda Thawila dan para kader utama Partai Demokrat. [dpp/rhm]
Share on Google Plus
    Komentar Google
    Komentar Facebook