Deklarasi Presidium untuk Pasangan JIHAD di Pilkada Pangandaran

PANGANDARAN - Presidium bukanlah milik orang per orang, melainkan milik seluruh masarakat Pangandaran yang mempunyai keinginan meningkatkan kesejahteraan melalui pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Pangandaran.

Demikian dikatakan H. Yos Rosbi salah satu tokoh masarakat yang sejak awal ikut mengawal aspirasi masarakat hingga kelak menjadi presidium. "Dulu hanya sebuah panitia kecil yang diteruskan menjadi P3KP (Panitia Persiapan Pemekaran Kabupaten Pangandaran-red). Terang H. Yos

H. Yos yang ditemui usai acara deklarasi presidium dalam rangka memberikan dukungan politiknya pada calon bupati/wakil bupati Pangandaran nomor urut 3 JIHAD di hotel Mustika Ratu (18/9), mengatakan, deklarasi yang dihadiri oleh mayoritas pengurus prsidium dan 240 orang perwakilan dari sepuluh kecamatan tetap konsisten untuk mendukung JIHAD sebagai calon bupati/wakil bupati yang bisa membawa perubahan menjadi pangandaran yang hebat. " Mudah-mudahan ini bisa bermanpaatb untuk seluruh masarakat. "Kata H. Yos lagi.

Hal senada dikatakan Ketua I Drs. Jaman Solih MSi, presidium tidak bisa diklaim oleh orang per orang. Menurut Jaman, jika mau jujur presidium itu ada di seluruh calon. Artinya, jika ada yang mengatakan bahwa presidium sudah memberikan dukungan pada salah satu calon itu kurang tepat. "Buktinya saya sabagai ketua I,  Tudi hermanto, Dedi Ratnadi, Asep Fitri, H Yos Rosbi masing sebagai ketia I, 2, 3 dan bendahara malah H. Adang Hadari sebagai calon wakil Bupati dari JIHAD. "Terang Jaman.

Jika melihat kepengurusan, masih kata Jaman, presidium yang mendukung JIHAD yang lebih komplit kepengurusannya. "Silahkan cek, kami dan teman-teman yang datang kesini tercantum dalam kepengurusan presidium. "Jelas jaman.

Sementara Sebagai Ketua IV, Asep Fitri M mengatakan, diantara ketiga calon bupati/wakil bupati pangandaran, hanya JIHAD yang ada keterwakilan presidiumnya.

Menurut Asep, H. Adang Hadari merupakan salah seorang figur dari presidium sebagai calon wakil bupati dari JIHAD adalah pengurus  presidium. "Tentunya kita harus bangga jika salah seorang pengurus presidium bisa menjadi pimpinan di pangandaran. "Kata Asep.

Sebab, lanjut Asep, H. Adang Hadari lebih hapal kemana arah dan bagaimana ruh dari pemekaran itu sendiri. "Apalagi dengan H jeje yang nota bene sebagai orang punya latar belakang politik tinggi dan birokrat Insaalloh bisa membawa pangandaran ke arah yang lebih maju selaras dengan napas pemekjaran. "Imbuh Asep. [noldua/rhm]
Share on Google Plus
    Komentar Google
    Komentar Facebook