Dede Yusuf Dukung Upaya Pemerintah Bayar Gaji Pekerja Asing dengan Rupiah

BANDUNG - Nilai tukar Dollar Amerika Serikat (AS) sudah menembus Rp14.700, pelemahan ekonomi ini butuh terobosan semua lini dan sektor. Pemerintah, swasta, perbankan, industri.

Sektor ketenagakerjaan paling terkena dampak pelambatan ekonomi ini, terutama ancaman Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan menurunnya daya beli pekerja.

Namun kondisi ini tidak dirasakan pekerja asing yang gajinya dibayar dengan mata uang Dollar AS. Mereka pasti sedang menikmati melonjaknya nilai tukar Dollar AS terhadap Rupiah.

Jika diperbandingkan untuk posisi jabatan sederajat. Maka pendapatan pekerja lokal akan jauh sekali dibawah pekerja asing. Karena rupiah semakin melemah terhadap Dollar AS.

Atas kondisi ini maka langkah-langkag perlu dilakukan pemerintah, seperti penghematan Dollar dan memaksimalkan penggunaan rupiah merupakan upaya untuk perbaiki ekonomi nasional.

Kami mendukung upaya pemerintah memperbaiki perekonomian dan pemulihan nilai tukar rupiah dengan cara membayar gaji Pekerja Asing dengan mata uang rupiah.

Apalagi dalam UU Mata Uang No. 7 Tahun 2013, dan Peraturan Bank Indonesia 2015 , semua transaksi di Indonesia harus menggunakan Rupiah.

Regulasi ini harus diperkuat dengan diterbitkannya Peraturan Pemerintah (PP) tentang Ketenagakerjaan. Jika perlu Kementerian Tenaga Kerja melakukan kontrak ulang dengan semua TKA yang ada di Indonesia.


Semoga langkah ini bisa dipertimbangkan pemerintah sebagai salah satu upaya utk mengatasi kesenjangan pendapatan yang terjadi antara pekerja asing dan lokal, sekaligus juga memaksimalkan penggunaan rupiah. [ddyusuf/rhm]
Share on Google Plus
    Komentar Google
    Komentar Facebook