Aan Andi Purnama Nilai Pariwisata Bandung Belum Optimal

BANDUNG - Bandung kerap menjadi incaran turis untuk berlibur, Bandung pun masih dinilai tak serius dalam menangani kenyamanan destinasi wisatanya.

Ketidak seriusan Bandung masih terlihat di kasus Sherina Munaf yang menjadi tindak kriminalitas saat bersama sang Bunda di jalan Cihampelas, Bandung.

Anggota Komisi B DPRD Kota Bandung, Aan Andi Purnama‎, mengungkapkan, pengelelolaan pariwisata di Kota Bandung masih kurang optimal. Hal tersebut terbukti dengan masih adanya aksi kriminal yang membuat wisatawan was-was untuk kembali.

Menurutnya Pemkot Bandung melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) belum mengoprimalkan Komunitas Penggerak Pariwisata (Kompepar) yang berada di setiap kecamatan.

"Di setiap kecamatan itu ada Kompepar, kenapa mereka tidak diberdayakan. Sehingga tugas petugas keamanan bisa terbantu dengan adanya mereka yang asli daerah tempat wisata itu berada," tutur Aan.
Politisi Partai Demokrat itu menganggap jika diberdayakan secara optimal, Kompepar ‎dianggap akan memberikan rasa aman dan nyaman di setiap destinasi wisata.
Selain itu Kompepar juga diharapkan bisa lebih membantu promosi wisata di daerah masing-masing.
Lebih lanjut Aan mengatakan, selain itu keberadaan Satpol PP dan Polisi di tempat wisata juga dirasa sangat penting. Terutama untuk memberikan rasa aman kepada wisatawan, dan membantu dari segi informasi dini.
"Keberadaan polisi wisata misalnya, mereka sangat membantu jika terjadi aksi seperti kriminal. Masyarakat bisa langsung melapor, dan polisi wisata langsung menanganinya. Selain itu mereka juga buisa bertindak sebagai sumber informasi wisatawan," katanya.
Pihaknya berharap kedepan keamanan dan kenyamanan di setiap lokasi wisata bisa terus dioptimalkan. Pasalnya hal tersebut bisa memicu agar wisatawan tidak kecewa dan bisa kembali membawa orang lain untuk berwisata di Kota Bandung. [selasar/rhm]
Share on Google Plus
    Komentar Google
    Komentar Facebook