15 Tahun Mendatang Ekonomi Indonesia Masuk 10 Besar Dunia.

JAKARTA - Presiden RI ke-6, yang juga Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) optimistis Indonesia akan menjadi negara maju. Bahkan SBY menganalisis, dalam 15 tahun mendatang, perekonomian Indonesia masuk 10 besar dunia.
Hal itu disampaikan SBY saat menyampaikan pidato perkuliahan “Presidential Lecture” yang diselenggarakan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas). Dalam paparannya, SBY memang menyampaikan pandangan terkait kondisi global dan kawasan. SBY juga berbicara pandangannya tentang Indonesia dalam jangka panjang 30-70 tahun mendatang
Menurut SBY, meski saat ini perekonomian Indonesia tengah mengalami guncangan, namun ia yakin pemerintah akan berhasil menstabilkannya.
“Tahun 2030 insya Allah perekonomian kita meningkat menjadi 10 terbesar di dunia. Tahun 2045 kita menjadi negara yang kuat,” kata SBY di Lemhannas, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (8/9/2015).
Jika pemerintah tetap konsisten dalam menjaga kestabilan ekonomi dan pemerintahan, Indonesia akan menjadi negara maju. Pada tahun 2085, SBY memprediksi Indonesia dapat bersanding dengan negara-negara maju lain di dunia.
“Kita harus berpikir positif. Mudah-mudahan dalam 70 tahun ke depan kita bisa menjadi negara maju. Pada akhir abad 21, Indonesia menjadi negara maju,” ucapnya.
SBY mengakui, untuk mencapai cita-cita itu memang bukan perkara yang mudah. Ada 3 syarat yang harus dipenuhi agar cita-cita Indonesia menjadi negara dengan perekonomian 10 terbesar di dunia pada tahun 2030 terwujud.
“Syarat pertama, tidak ada krisis besar,” katanya.
Selain itu, selama 15 tahun Indonesia tidak mengalami gangguan politik yang dapat menyebabkan bangsa berpikiran mundur ke belakang.
Kemudian syarat terakhir adalah kerja keras.
“Pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, media semua harus bekerja keras untuk mewujudkan itu,” kata SBY.
Dengan demikian, ia berharap cita-cita tersebut akan terwujud. Sebab selama 10 tahun terakhir, perekonomian Indonesia mengalami peningkatan yang cukup tajam. Hal itu mendasari keyakinannya bahwa Indonesia mampu menjadi negara maju.
“Kita belum 100 tahun merdeka. Amerika Serikat saja, yang sudah ratusan tahun, masih mengalami permasalahan rasial. Jadi jangan berkecil hati,” SBY memotivasi.
Presidential Lecture merupakan agenda bulanan Lemhannas selama tahun 2015. Acara ini diadakan sepanjang tahun dalam rangka memperingati 50 tahun Lemhannas. Sebelumnya Presiden RI ke-3 BJ Habibie dan Presiden RI ke-5 Megawati telah menyampaikan pidatonya.
Hadir dalam “Presidential Lecture” SBY di Lemhanas, antara lain, mantan Menhub Evert Ernest Mangindaan, mantan Mendikbud M Nuh, mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa, mantan Menpora Roy Suryo, mantan Kapolri Jenderal (purn) Timur Pradopo dan para pejabat era Pemerintahan SBY, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR-RI Edhie Baskoro Yudhoyono serta para petinggi Partai Demokrat lainnya. [detik/rhm]
Share on Google Plus
    Komentar Google
    Komentar Facebook