Kota Mochi Kembali Sabet KLA

SUKABUMI – Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi kembali menyabet penghargaan Kota Layak Anak (KLA) dengan predikat Pratama dari Kementerian Negara Pem-berdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemenneg PPPA). Trofi penghargaan diserahkan langsung Presiden Joko Widodo (Jokowi), dalam acara peringatan Hari Anak Nasional (HAN) di Istana Bogor, Selasa (11/8/2015) lalu. Penghargaan tersebut hanya diberikan kepada tujuh kota dan kabupaten se-Jawa Barat (Jabar).
“Alhamdulillah, kita bisa kembali mempersembahkan penghargaan KLA untuk ma-syarakat Kota Sukabumi,” kata Walikota Sukabumi, M Muraz yang ditemui Radar Sukabumi usai acara HAN, Rabu (12/8/2015).
Dalam menyandang penghargaan ini, ia pun mengaku tidak gampang. Sebab, banyak indikator KLA yang harus dicapai oleh Pemkot Sukabumi. Seperti perhatian pemerintah daerah (pemda) terhadap ke-berlangsungan dan penyediaan fasilitas anak, serta adanya peraturan daerah (perda) men-genai anak.
“Ada sekitar puluhan poin indikator dalam penilaiannya, dan kami mendapatkan pe-nilaian yang baik oleh pemerintah pusat,” ujarnya.
Orang nomor satu di Pemkot Sukabumi itu menambahkan, keberhasilan Kota Mochi meraih predikat tersebut merupakan keberhasilan semua pihak (Pemkot Sukabumi, ma-syarakat, dan dunia usaha, red). Mereka berupaya optimal melaksanakan penataan dan pembenahan terhadap berbagai fasilitas anak, sesuai dengan peraturan dan perundang-un-dangan yang berlaku, termasuk Perda Kota Sukabumi serta Keputusan Walikota Sukabumi.
“Semua sektor berperan baik dalam peraihan penghargaan ini,” terangnya.
Selain itu, dengan memiliki sistem pembangunan berbasis hak anak, melalui pengintegrasian komitmen dan sumber daya pemerintah, masyarakat dan kalangan dunia usaha yang terencana, menyeluruh dan berkelanjutan, baik dalam kebijakan maupun program dan kegiatan, untuk menjamin dan terpenuhinya hak anak dan perlindungan terhadap anak.
“Kita akan berupaya untuk terus meningkatkan program untuk mendapatkan pencapaian yang tertinggi lagi,” ulasnya.
Meskipun ada kasus Emon yang mengguncangkan dunia, namun tim penilai dari pusat tidak melihat dari sisi buruknya tapi lebih menilai kepada langkah pemda dalam penanganan yang dilakukan secara serius dan cepat. Selain itu, mampu mengkoordi-nasikan beberapa instansi pemer-intahan terutama dengan pihak kepolisian dalam penanganannya.
“Ini menjadi perhatian yang positif dari pemerintah pusat, bahkan pemerintah provinsi akan menjadikan model penanganan kasus seperti ini untuk percon-tohan kota lainnya,” ungkapnya.
Ia berharap, keberhasilan tersebut agar senantiasa diper-tahankan sekaligus ditingkatkan oleh semua pihak, supaya Kota Sukabumi menjadi KLA yang sempurna.
Selain itu, keberhasilan tersebut akan dipersembahkan kepada semua masyarakat Kota Sukabumi sebagai kado ulang tahun peringatan ke-70 Hari Proklamasi Kemerdekaan RI.
“Kita jadikan penghargaan ini sebagai tolak ukur untuk terus bekerja dan memberi-kan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat Kota Sukabumi,” pungkasnya. [pojoksatu/rhm]
Share on Google Plus
    Komentar Google
    Komentar Facebook