Taih Minarno: Pembangunan Pelabuhan Harus Prosedural

BEKASI - DPRD Kabupaten Bekasi mendukung keputusan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin untuk tidak terburu-buru dalam menandatangani pembangunan Pelabuhan Tarumanegara. Sekalipun muncul desakan dan ancaman, pembangunan tetap dilakukan secara prosedural.
Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi, Taih Minarno mengaku sependapat dengan bupati. Kata dia, pembangunan harus mengacu pada regulasi dan mekanisme yang sudah ditetapkan.
“Jangan sampai karena rencana percepatan pembangunan pelabuhan tapi justru ada yang menjadi korban,” ujarnya.
Taih justru mengapresiasi keputusan yang dikeluarkan bupati. Namun, ia juga meminta agar warga bersabar sebelum semua mekanisme ditempuh dalam hal pembangunan pelabuhan.
“Masyarakat yang mana? Mungkin hanya masyarakat tertentu saja. Sebenarnya memang membantu kalau ada pembangunan tapi jangan tergesa-gesa,” katanya.
Menurut Taih, ada beberapa alasan yang perlu dikaji kembali sebelum rencana pembangunan pelabuhan direalisasikan. Di antaranya soal kontribusi untuk daerah serta keuntungan yang diterima oleh warga sekitar pelabuhan.

Sehingga, kata dia, wajar jika kepala daerah kembali menimang-nimang keputusan sebelum menandatangani pembangunan Pelabuhan Tarumanegara, ketimbang mendapatkan masalah setelah dilakukannya pembangunan.
Rencana pembangunan Pelabuhan Tarumanegara didesak oleh warga yang tinggal di utara Kabupaten Bekasi untuk segera direalisasikan. Warga menilai akan banyak keuntungan yang didapat jika pelabuhan tersebut sudah dibangun dan beroperasi.
Sayangnya, desakan warga itu tidak lantas menciutkan nyali kepala daerah untuk tetap mempertahankan prosedural pembangunan pelabuhan. Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin merasa perlu adanya revisi dari Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan pihak ketiga.
“Saya tidak mau terburu-buru, yang penting bagi saya semua itu harus sesuai dengan prosedur dan aturan. Karena itu harus ada proses,” kata Neneng beberapa waktu lalu. [rhm/pojoksatu]
Share on Google Plus
    Komentar Google
    Komentar Facebook